Tips Menghindari Burnout Saat Harus Bekerja dan Ibadah

Ilustrasi Burnout
Sumber :
  • Pexels/Cup of Couple

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Bulan Ramadhan membawa tantangan tersendiri bagi pekerja yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan ibadah. Kurangnya energi dan perubahan pola tidur dapat meningkatkan risiko burnout. Oleh karena itu, penting untuk mengelola energi dan waktu dengan baik agar tetap produktif tanpa mengorbankan kesehatan.

1. Atur Jadwal yang Seimbang

Susun jadwal kerja dan ibadah secara seimbang. Prioritaskan tugas berat di pagi hari saat energi masih optimal, dan sisihkan waktu istirahat yang cukup untuk menghindari kelelahan.

2. Perhatikan Asupan Nutrisi

Makan sahur dan berbuka dengan makanan bergizi sangat penting untuk menjaga stamina. Hindari makanan yang terlalu manis atau berlemak yang dapat menyebabkan rasa lelah berlebihan.

3. Manfaatkan Waktu Istirahat

Gunakan waktu istirahat siang untuk relaksasi atau tidur singkat (power nap) selama 10–15 menit guna mengembalikan energi.

4. Kelola Stres dengan Baik

Teknik pernapasan, meditasi ringan, atau sekadar berjalan-jalan sejenak bisa membantu mengurangi stres akibat tekanan pekerjaan.

5. Jangan Lupakan Olahraga Ringan

Olahraga ringan seperti peregangan atau jalan santai setelah berbuka bisa membantu menjaga kebugaran dan mengurangi risiko burnout.

Burnout bisa dicegah dengan mengatur jadwal kerja dan ibadah dengan baik. Menjaga pola makan, istirahat, serta kesehatan mental menjadi kunci agar tetap produktif dan menjalani ibadah dengan khusyuk.