Teknik Komunikasi Positif dengan Anak Agar Tidak Sering Berdebat

Ilustrasi Anak dan Orang Tua
Sumber :
  • Pexels: Antoni Shkraba

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Berkomunikasi dengan anak bisa menjadi tantangan, terutama ketika sering terjadi perdebatan kecil yang berujung pada ketegangan dalam hubungan orang tua dan anak. Teknik komunikasi yang positif dapat membantu membangun pemahaman yang lebih baik dan menghindari konflik yang tidak perlu.

1. Dengarkan dengan Penuh Perhatian

Anak ingin merasa didengar dan dipahami. Ketika mereka berbicara, hentikan sejenak aktivitas lain dan fokuslah pada mereka.

2. Gunakan Nada Suara yang Lembut

Nada suara yang tinggi atau ketus dapat memicu perlawanan dari anak. Sebaliknya, berbicara dengan lembut dan tenang akan membuat anak lebih mudah menerima nasihat.

3. Berikan Pilihan, Bukan Perintah

Alih-alih memberi perintah secara langsung, coba berikan anak pilihan yang masih dalam kendali orang tua. Contohnya, "Kamu mau pakai baju merah atau biru?" daripada "Cepat pakai baju sekarang!"

4. Hindari Mengkritik Secara Berlebihan

Kritik yang terus-menerus bisa membuat anak merasa tidak dihargai dan akhirnya sering membantah. Fokuslah pada solusi daripada mencari kesalahan mereka.

5. Gunakan Kalimat Positif

Daripada berkata "Jangan malas mengerjakan PR!", lebih baik katakan "Ayo, kita selesaikan PR bersama supaya kamu bisa bermain lebih cepat."

Komunikasi yang positif dengan anak dapat mengurangi perdebatan yang tidak perlu dan membangun hubungan yang lebih harmonis. Dengan mendengarkan, menggunakan nada suara yang tepat, dan memilih kata-kata yang positif, orang tua dapat membantu anak merasa lebih dipahami dan dihargai.