Seni Tidak Membenci Orang: 6 Prinsip Stoik untuk Melihat Hal Positif pada Semua Orang

Seni tidak membenci orang ala filosofi stoik
Sumber :
  • www.pexels.com

Socrates, sang filsuf, pernah menyatakan bahwa "tidak ada seorang pun yang berbuat salah secara sukarela." Ia meyakini bahwa setiap keputusan yang kita ambil didasarkan pada apa yang kita anggap sebagai yang terbaik, sesuai dengan pemahaman dan pengalaman yang kita miliki.

Konsep ini menantang, terutama ketika kita menghadapi perlakuan yang kejam. Namun, pada hakikatnya, mereka yang berbuat demikian, dengan alasan tertentu, merasa bahwa tindakan mereka adalah suatu keharusan. Ini bukan berarti kita harus pasrah terhadap perlakuan yang merugikan.

Kaum Stoik tidak takut untuk membela diri dan memperjuangkan keadilan. Namun, kebijaksanaan akan selalu berpihak pada mereka yang berusaha memahami alasan di balik tindakan orang yang tidak mereka sukai.

6. Lihatlah dari perspektif yang lebih luas

Agar dunia bisa berfungsi seperti sekarang, semua manusia — bahkan yang tidak kita sukai perlu menjadi persis seperti mereka, memainkan peran spesifik yang mereka mainkan.

Orang-orang yang mengganggu Anda adalah roda gigi kecil dalam mesin, sama seperti Anda; jika satu roda gigi tidak melakukan apa yang dibuat untuknya, itu memengaruhi seluruh instrumen. Dunia kita membutuhkan orang pintar dan orang yang tidak terlalu pintar, pekerja keras dan pemalas, orang yang bangun pagi dan orang yang suka begadang.

Rangkullah peran yang telah diberikan kepada Anda, tetapi bersyukurlah kepada orang lain karena memainkan peran yang bagaimanapun juga tidak Anda inginkan.