Ikhtiarkan yang Terbaik, Lalu Bertawakkallah

Ilustrasi tawaqal
Sumber :
  • Istimewa / VIVA Banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Penulis: Ustad Faisol Aziz, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banyuwangi.

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. (QS Al-Fatihah : 5).

Barangkali ada di antara kita bertanya-tanya kepada Allah SWT. Mengapa Allah SWT berikan begitu banyak ujian.

Mengapa Allah SWT tidak menolong saya menyelesaikannya?

 

Pertanyaan pertama, mengapa Allah SWT memberikan begitu banyak ujian dalam hidup saya?

 

Mengapa ada Ujian Tengah Semester, Ujian Akhir Semester, dan itu berulang-ulang harus Anda lalui.

 

Ya, karena anda sedang bersekolah. Konsekwensi sekolah adalah ujian.

 

Mengapa kita diuji oleh Allah SWT?

 

Ya karena kita hidup. Konsekwensi hidup adalah ujian. Nanti kalau kita sudah mati, tidak ada lagi ujian. Kita tinggal menerima hasil ujian kita.

 

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata, Kami telah beriman sedangkan mereka tidak diuji? (QS Al-Ankabut: 2).

 

Ujian itu hakikatnya bentuk kasih sayang Allah SWT. Allah SWT menginginkan kita senantiasa bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.

 

Ketika anda punya rumah mewah, megah. Anda tentu sangat bangga. Tapi kemewahan dan kemegahan rumah itu harus di uji terlebih dahulu.

 

Percuma juga megah dan mewah tapi kalau bocor sana-bocor sini, kan? maka Allah SWT datangkan hujan deras untuk mengujinya.

 

Apakah karena Allah SWT tidak suka kita memiliki rumah yang megah dan mewah?

 

Justru dengan hujan deras itu, Allah SWT ingin memberitahu kita di bagian mana dari rumah kita yang masih belum sempurna, sehingga perlu diperbaiki.

 

Ketika kita tahu dimana letak bocornya, maka kita harus segera memperbaikinya. Menambal bocornya dengan baik. Agar tidak bocor lagi ke depannya.

 

Tidak harus marah, tidak perlu juga kita kecewa dengan hujan deras itu. Justru kita harus berterima kasih kepada Allah SWT yang berkenan memberi tahu dimana letak kelemahan rumah kita, bukan?

 

Hakikatnya dengan ujian hidup itu, agar kita mengetahui titik-titik terlemah kita. Dan kita harus bersedia memperbaiki diri.