Masih Minum Obat Sembarang? Ini Risikonya!
- https://www.freepik.com/free-photo/woman
Kesehatan, VIVA Banyuwangi – Dalam kehidupan sehari-hari, minum obat sering dianggap sebagai hal yang sepele. Adanya kesalahan yang dilakukan masyarakat dalam mengonsumsi obat, yang berpotensi menurunkan efektivitas pengobatan atau bahkan menimbulkan efek samping yang berbahaya.
Menurut data WHO, dalam sebuah laporan yang bertajuk "The World Medicines Situation" pada tahun 2011, sekitar 50% pasien di seluruh dunia tidak menggunakan obat dengan benar, yang menyebabkan lebih dari 1 juta kasus efek samping obat setiap tahunnya.
Berikut adalah beberapa contoh kesalahan minum obat yang sering dilakukan oleh masyarakat :
1. Minum Obat dengan Teh atau Susu
Banyak orang menganggap tidak masalah jika obat diminum dengan teh atau susu. Dilansir dari drugoffice.ov.hk beberapa jenis obat, seperti antibiotik tetrasiklin, bisa berinteraksi dengan kalsium dalam susu, menghambat penyerapan obat tersebut.
Hal yang sama berlaku untuk teh, yang mengandung tanin dan bisa mengikat zat aktif obat tertentu, mengurangi efektivitasnya, sehingga antibiotik tadi tidak bisa "membunuh" bakteri.
2. Menghancurkan Tablet Sebelum Dikonsumsi
Ada pasien yang merasa lebih mudah menelan obat jika tablet dihancurkan terlebih dahulu. Padahal, beberapa obat memiliki lapisan khusus (misalnya tablet lepas lambat atau enterik) yang dirancang untuk larut di bagian tertentu dalam saluran pencernaan.
Dilansir dari laman PIOfarmasiUI.id menghancurkan tablet ini bisa menyebabkan obat dilepaskan terlalu cepat atau menjadi tidak efektif. Selain itu, menghancurkan obat yang berpotensi mengiritasi lambung (misal : Asam Mefenamat, Natrium Diklofenak) bisa mengakibatkan gastritis (Nyeri lambung).
3. Mengabaikan Jadwal Minum Obat
Sering kali pasien tidak disiplin dalam mengikuti jadwal minum obat, terutama untuk antibiotik. Banyak yang menghentikan pengobatan setelah merasa lebih baik, padahal bakteri belum sepenuhnya mati.
Melansir Farmacare.id bahwa hal seperti itu dapat menyebabkan resistensi antibiotik, yang menjadi masalah kesehatan global. Perlu diketahui, resistensi antibiotik itu bagaikan bom waktu yang terus berdetak, resistensi antibiotik terus berkembang dan menjadi semakin serius dari waktu ke waktu.
Jika tidak ada tindakan pencegahan yang efektif, dampaknya akan semakin meluas dan sulit diatasi dan apabila masalah ini tidak dapat terselesaikan, akan memicu wabah penyakit yang akan sulit dikendalikan.
4. Percaya Mitos “Semakin Banyak, Semakin Cepat Sembuh”
Ada anggapan bahwa minum obat dalam dosis lebih besar akan mempercepat kesembuhan. Dilansir dari Farmaplus.co.id, mengonsumsi obat terlalu banyak tanpa ada anjuran dari tenaga kesehatan adalah kesalahan fatal karena setiap obat memiliki batas dosis aman.
Melebihi dosis yang dianjurkan bisa menyebabkan efek samping serius, keracunan bahkan kematian. Parasetamol contohnya, meskipun termasuk kedalam obat bebas, pemakaiannya yang berlebihan bisa mengakibatkan kerusakan hati yang fatal yang bisa menimbulkan kematian.
5. Mengonsumsi Lebih dari Satu Obat yang Memiliki Potensi Interaksi Berbahaya Secara Bersamaan
Banyak orang yang mengonsumsi beberapa obat sekaligus tanpa mempertimbangkan kemungkinan interaksi obat. Menurut Indonesian Journal of Clinical Pharmacy beberapa kombinasi obat bisa menyebabkan efek samping yang berbahaya atau menurunkan efektivitas pengobatan.
Pada penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) + hiperkolesterolemia (tingginya kadar kolesterol dalam darah) dengan kombinasi Amlodipin + Simvastatin, apabila diminum di waktu yang sama, akan menyebabkan interaksi diantara kedua obat tersebut, menyebabkan Rhabdomyolysis yang berakibat fatal.
6. Menggunakan Obat Kadaluarsa
Sebagian orang masih menyimpan dan menggunakan obat yang sudah melewati tanggal kadaluarsa, dengan anggapan bahwa obat masih bisa digunakan. Dilansir dari artikel yang diterbitkan oleh FIKES Universitas Duta Bangsa Surakarta, efektivitas obat kadaluarsa bisa menurun, dan dalam beberapa kasus, zat aktifnya dapat berubah menjadi senyawa beracun.
Pastikan selalu memeriksa tanggal kadaluarsa sebelum mengonsumsi obat apa pun.
7. Menggunakan Obat Tanpa Membaca Aturan Pakai
Banyak orang langsung mengonsumsi obat tanpa membaca aturan pakai yang tertera pada kemasan atau brosur obat. Padahal, informasi tersebut sangat penting untuk mengetahui dosis, cara konsumsi, dan efek samping yang mungkin terjadi.
Menurut Dr. rer. nat. Saptono Hadi, S.Si., M.Si., Apt (Kaprodi S1 Farmasi FMIPA Universitas Sebelas Maret), mengabaikan aturan pakai bisa menyebabkan penggunaan yang tidak tepat, seperti overdosis atau efek samping yang tidak diinginkan.
Jangan anggap sepele aturan minum obat, karena kesalahan kecil bisa berdampak besar bagi kesehatan. Kesadaran dan kehati-hatian dalam penggunaan obat adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Jika ragu, konsultasikan dengan Apoteker atau Dokter sebelum mengonsumsi obat.
Ayo lebih bijak dalam menggunakan obat agar manfaatnya optimal dan risiko efek samping dapat diminimalkan.