Etika Bertetangga yang Bikin Hidup Tenteram

Saling menyapa tanda keramahan bertetangga
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/kacamata-hitam-perempuan-wanita-istri-8791362/

Viva Banyuwangi – Manusia itu makluk sosial, selalu membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Begitu pula dengan hidup bertetangga. Sekalipun etika bertetangga tidak pernah tertulis, namun etika bertetangga perlu dipahami dan dilakukan.

 

Dilansir dari fpscs.uii.ac.id,  gramedia.com, dan orami.com, berikut ini etika bertetangga.

1. Mengenali dan Berucap Salam

Ketahuilah nama tetanggamu. Saat berjumpa berlombalah mengucapkan salam terlebih dahulu. Sikap ini selain menunjukkan adat orang Timur, juga menunjukkan keramahan.

2.  Tolong-Menolong

Tetangga adalah saudara terdekatmu. Bila tetanggamu sakit, kunjungilah. Namun pastikan dahulu apakah ia bisa menerima tamu atau tidak. Etika lain saat menjenguk yaitu:

Jangan terlalu lama saat menjenguk, yang sakit butuh istirahat.

Berbicara dengan suara pelan.

Mendoakan agar lekas sembuh.

Memberi semangat hidup.

Membawakan makanan yang disukai dan bukan pantangan penyakitnya.

Tidak membicarakan keburukan tetangga tersebut di belakangnya.

Sikap tolong-menolong yang lain adalah ketika ada tetangga kurang mampu yang membutuhkan uang untuk membayar biaya sekolah anaknya, dan tetangga tersebut datang padamu, maka tolonglah semampumu.

3.      Berbuat Baik dan Tidak Mengganggu

Berbagai contoh sikap berbuat baik dan tidak mengganggu di antaranya:

Memberi masakan pada tetangga terdekat dahulu.

Tidak membunyikan musik keras-keras pada siang dan malam hari ketika waktu jam istirahat.

Berkunjung ke rumah tetangga pada waktu yang sesuai, bukan pada waktu mereka makan, tidur, atau bekerja.

Jangan terlalu lama saat bertamu ke rumah tetangga agar tidak membuat nyaman tetanggamu dan mengurangi waktu istirahatnya.

- Jika akan mengadakan acara, meminta izin tetangga terdekat terlebih dahhulu.

Undang tetangga saat ada acara di rumah, seperti syukuran, pernikahan, atau acara besar lainnya. Apalagi jika halaman rumahnya terpaksa dipakai untuk tempat acara atau parkir.

Memaafkan jika tetangga tidak sengaja melontarkan perkataan yang menyinggung. Sebab bisa jadi suatu saat pun kamu dapat melakukannya dengan sadar ataupun tidak.

Jangan menghalangi tetangga membangun rumah atau menghalangi udara dan sinar matahari ke rumahnya.

Saat ada kematian, turut berbela sungkawa dengan datang melayat.