Apa yang Membedakan Antara Growth Mindset dan Fix Mindset?

Ilustrasi Perbedaan Growth Mindset dan Fix Mindset
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/foto-seorang-wanita-berpikir-941555/ https://student.binus.ac.id/2020/02/mindset-sebagai-penentu-kegagalan-dan-kesuksesan-binusian/

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Halo sob! Aku mau tanya nih, apa yang kamu pikirkan ketika mendengar atau membaca tentang mindset? Jika kamu berpikir bahwa mindset adalah pola pikir, maka jawabanmu benar. Tapi tahukah kamu bahwa mindset itu terbagi atas dua? Nah, kali ini aku akan bahas mengenai perbedaan mindset.

Cek Produk Rekomendasi Kami

Buku Trik Membaca Pikiran Orang Lain : Ternyata, Membaca Pikiran Dan Kepribadian Orang Lain Itu Tak Pernah Semudah Ini - Ipnu Rinto Nugroho - Anak Hebat Indonesia

Mulai dari

Rp.34.580

Mindset adalah pola pikir, di mana pola pikir tersebut dapat mempengaruhi perilaku dan juga sikap seseorang. Nah, menurut Prof. Carol Dweck, seorang pakar psikolog dari Stanford University dalam bukunya berjudul Mindset yang dikutip dari Binus University, beliau mengatakan bahwa cara berpikir seseorang terbagi atas dua, yaitu growth mindset dan fix mindset.

Cek Produk Rekomendasi Kami

Buku 60 Detik Langsung Bisa Membaca Pikiran, Karakter, & Kepribadian Orang Lain - Buku Psikologi Best Seller

Mulai dari

Rp.34.650

1. Growth Mindset

Growth mindset artinya pola pikir tumbuh, di mana arah pandangan kualitas dasar seseorang itu bisa diasah dengan usaha yang giat. Seseorang yang mempunyai pola pikir growth mindset adalah mereka yang selalu terbuka pada tantangan dan juga kegagalan. Mereka menganggap tantangan dan kegagalan adalah bagian dari proses mereka tumbuh.

2. Fix Mindset

Fix mindset artinya pola pikir tetap, di mana arah pandang kualitas dasar seseorang adalah bentuk dari kepribadian mereka sendiri. Seseorang yang mempunyai pola pikir fix mindset adalah mereka yang tidak suka menerima tantangan, mudah menyerah, perfeksionis, dan anti kritik.

Gimana? Udah paham belum? Kalau udah, yuk kita lanjut pada contoh seseorang yang memiliki pola pikir growth mindset dan fix mindset.

Contoh sederhana, dalam kelas ada dua orang anak yang duduk berseberangan. Anak yang duduk di sebelah kiri adalah anak yang aktif di kelasnya. Ia selalu bertanya, menjawab, dan mengerjakan tugas dengan baik. Jika tugas yang dikerjakan salah, maka anak tersebut tidak gampang merasa kecewa. Dia akan terus berusaha lebih baik ke depannya dan belajar dari kesalahan.