287 KK Warga Bongkoran Wongsorejo Berharap Mendapatkan Hak Milik Atas Tanah Negara, Bisakah?

Masyarakat Kampung Bongkoran
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi

“Saat itu belum ada yang menempati. Setelah dibabat oleh para leluhur kami, barulah ada kampung Bongkoran dan Gudang Celeng. Ini merupakan kampung kuno,” tutur Yatno pada Banyuwangi.viva.co.id 

Dalam pengakuannya, Yatno menjelaskan ratusan warga di kampung Bongkoran ini telah memiliki tanggung jawab masing-masing pada lahan yang dikuasai dan dikelola. 

“Setiap kk disini mendapatkan hak atas pengeloaan tanah ¾ hektar. Itu termasuk pekarangan dan lahan pertanian. Jadi kami bagi rata dan adil,” kata Yatno saat ditemui dikediamannya. 

Yatno bersama ratusan warga kampung Bongkoran berharap bisa ada secercah harapan agar bisa mendapatkan hak pengakuan atas kepemilikan lahan yang mereka tempati. 

“Bisa menjadi hak kami, itu menjadi harapan seluruh warga disini. Sejak dulu hingga sekarang ini, Kamilah yang mengelola ini semua,” jelas Yatno Subandio. Kamis, 27 Februari 2025. 

Di kampung Bongkoran sendiri, warga mayoritas menjadi petani ladang yang berharap pada lahan tadah hujan.

Komoditi yang paling dominan di kampung Bongkoran adalah jagung yang hampir mayoritas dilakukan warga selain menanam melon dan blewah.