MeowTalk dan FluentPet, Alat yang Membantu Menerjemahkan Bahasa Kucing

Kucing yang sedang mengeong
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/cut

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi –Kucing merupakan hewan yang lucu dan menggemaskan. Sehingga banyak orang yang menjadikan kucing sebagai peliharaan.

img_title Cara Membuat Fake Project untuk Portfolio, Cocok untuk Fresh Graduate

Saat membutuhkan perhatian atau pertolongan, kucing akan bersuara dengan bahasa kucing. Bagaimana caranya agar tahu bahwa kucing itu lapar atau membutuhkan perhatian?

Aplikasi bernama MeowTalk ini dapat membantu pemilik kucing memahami apa yang kucing katakan.

img_title Belum Punya Pengalaman? Ini Ide Fake Project untuk Portfolio

MeowTalk dapat menerjemahkan kosakata seperti ‘aku lapar’ atau ‘aku merasa terancam’.

Aplikasi yang diluncurkan tahun 2020 ini telah di unduh lebih dari 20 juta kali, menandakan bahwa aplikasi ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi.

img_title Memulai Hobi Aquaponik, Cara Sederhana untuk Pemula di Rumah

Sergei Dreizen dan Mark Boyes, pembuat aplikasi sudah merekam ribuan suara kucing untuk menjadikannya program komputer yang di edit menggunakan Artificial Intelligence.

Setelah merekam ribuan suara, mereka dapat mengklasifikasikan bahwa ada sembilan frasa kucing dan memiliki tingkat keakuratan hingga 90 persen.

“Kucing memiliki kosakata. Jika kamu memperhatikan, kamu akan paham apa yang mereka katakan” kata Sergei Dreizin, seorang ahli komputer dari perusahaan Akvelon, Washington, Amerika Serikat.

Kucing tidak akan mengeong kepada kucing lain, kecuali kucing anak-anak yang mengeong untuk memanggil induknya.

Bahasa tubuh kucing dapat menerjemahkan apa yang dirasakan oleh kucing. Bulu kucing akan berdiri tegak dan badannya sedikit terangkat, menandakan bahwa mereka terancam diwilayah tersebut.

Untuk memudahkan manusia memahami bahasa kucing, seorang ahli bahasa hewan bernama Charlotte de Mouzon juga meluncurkan alat penerjemah bahasa kucing bernama FluentPet.

Cara kerja dari FluentPet adalah kucing menekan tombol play dan bahasa akan langsung diterjemahkan.

“Suara kucing memiliki tujuan tertentu dan sebenarnya mudah untuk diterjemahkan” kata Jennifer Vonk, seorang psikolog asal Universitas Aukland, Michigan.

Namun aplikasi dan alat penerjemah kucing ini juga memiliki kekurangan. Terkadang, MeowTalk dan FluentPet salah mengartikan apa yang dimaksud oleh kucing.

Sergei dan Mark merasa pusing karena program AI itu tidak 100 persen sempurna. Vonk juga mengatakan bahwa alat penerjemah itu terkadang salah menerjemahkan bahasa kucing.

“Kucingku meminta makan dan menunggu didepan tempat makannya sedangkan alat itu menerjemahkannya menjadi ‘Aku cinta kamu’, ini tidak akurat” kata Vonk.

Halaman Selanjutnya
img_title