Kesehatan Mental dan Makanan, Apa Hubungannya?

Perempuan yang Sedih Melihat Makanan
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/sad

Kesehatan, VIVA Banyuwangi –Makanan yang kamu makan memiliki hubungan dengan kesehatan mental. Makanan yang sehat dapat mempengaruhi mood dan emosi seseorang.

img_title Menimbang Sisi Ekonomis Mobil Listrik dan Hybrid untuk Mobilitas Perkotaan

Wolfgang Marx, Kepala Direktur Pangan dan Suasana Hati di Universitas Deakin, Australia mengatakan bahwa orang yang sering mengonsumsi makanan cepat saji memiliki resiko depresi hingga 22 persen.

Makanan yang dikonsumsi dapat mempengaruhi badan dan otak, sehingga sering mengonsumsi makanan cepat saji cenderung menyebabkan kerusakan pada saraf.

img_title Menjaga Estetika dan Kekuatan Kusen Kayu Sepanjang Masa

“Orang-orang cenderung tidak peduli dengan apa yang mereka konsumsi sehingga itu mempengaruhi kesehatan mental mereka” kata Drew Ramsey, Psikiatris dari Wyoming, Amerika Serikat.

Anak muda yang sering makan makanan sehat seperti sayur, buah, ikan, yogurt dan susu memiliki tingkat stress lebih rendah dari anak muda yang sering mengonsumsi junkfood.

img_title Cara Menghilangkan Noda Gelas di Meja Kayu

Beberapa makanan mengandung dopamin dan serotonin yang dapat mempengaruhi suasana hati seseorang.

Selain itu, Daniel Amen, psikiatris dan pendiri Klinik Amen menambahkan bahwa makanan yang sudah dicerna akan masuk melalui usus dan diolah oleh mikroorganisme bernama microbiome. Mikroorganisme ini mengandung 90 persen serotonin.

Serotonin merupakan hormon dalam tubuh yang berperan mengatur suasana hati manusia.

“Ketika seseorang mengalami stress kronis maka akan ada perubahan pada microbiome yang mempengaruhi respons peradangan pada tubuh” kata Doktor Carolline Wallace, Ahli Nutrisi dan Kesehatan Mental, Universitas Ottawa, Kanada.

Lalu apa yang bisa kita konsumsi untuk menjaga kesehatan mental?

Wallace menjelaskan bahwa makanan seharusnya tidak dijadikan ‘alat’ khusus untuk mengatasi depresi, kecemasan dan penyakit mental lainnya. Menurutnya makanan hanyalah alternatif tambahan untuk menaikkan mood.

“Tidak ada makanan ajaib yang bisa mencegah penyakit mental” kata Wallace.

Penelitian yang dilakukan pada Februari 2025 mengatakan bahwa diet Mediterranean dapat mengurangi resiko depresi, kecemasan, dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Beberapa makanan yang ada pada diet Meditterranean antara lain sayur, buah, kacang, biji-bijian, dan minyak zaitun. Untuk memberikan sedikit rasa pada makanan, bisa tambahkan daging merah.

Diet Mediterranean mengurangi resiko kanker payudara, demensia, depresi, diabetes, kolesterol dan hilang ingatan. Diet ini bisa membantu menghilangkan berat badan dan menyehatkan jantung.