Melestarikan Kearifan Lokal Lewat Tradisi Petik Laut Puger
- https://pin.it/5kndKGi9E
Budaya, VIVA Banyuwangi –Tradisi Petik Laut Puger merupakan salah satu warisan budaya maritim yang kaya makna dan masih lestari hingga kini di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Upacara ini dilaksanakan oleh para nelayan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dari laut, sekaligus sebagai permohonan keselamatan saat melaut.
Tradisi ini biasanya digelar pada bulan Muharram (Suro dalam kalender Jawa), dan dipusatkan di Pelabuhan Puger. Dalam pelaksanaannya, sebuah sesaji lengkap dimuat ke atas perahu hias dan dilarung ke tengah laut. Prosesi larung sesaji ini menjadi puncak acara, diiringi oleh iring-iringan kapal nelayan lainnya dan disaksikan oleh masyarakat serta wisatawan.
Kegiatan ini tidak hanya sarat makna spiritual dan simbolik, tetapi juga menggambarkan kuatnya kearifan lokal masyarakat pesisir Puger. Warga setempat percaya bahwa laut adalah tempat hidup berbagai makhluk dan kekuatan alam yang harus dihormati. Oleh karena itu, Petik Laut menjadi wujud nyata dari filosofi hidup berdampingan dengan alam.
Selain aspek ritual, tradisi ini juga memberi dampak ekonomi dan sosial yang signifikan. Petik Laut Puger telah berkembang menjadi daya tarik wisata budaya yang menarik perhatian wisatawan lokal hingga mancanegara. Pada hari pelaksanaan, suasana pelabuhan dipenuhi berbagai kegiatan hiburan rakyat, bazar kuliner, hingga atraksi kesenian daerah.
Keberlangsungan Petik Laut Puger menjadi bukti bahwa nilai-nilai adat dan budaya lokal masih mendapat tempat dalam kehidupan masyarakat modern. Melestarikan tradisi ini berarti menjaga harmoni antara manusia, budaya, dan alam semesta.