Produktivitas ala Kaizen, Perubahan Kecil dengan Hasil Maksimal

Seorang wanita yang sedang belajar menggunakan teknik Kaizen
Sumber :
  • https://unsplash.com/photos/woman-in-black-long-sleeve-shirt-reading-book-7QH6pHJLScs

Gaya Hidup, VIVA BanyuwangiMenjalani kehidupan yang produktif bukan hanya soal menyelesaikan banyak tugas dalam waktu singkat, melainkan bagaimana seseorang mampu memanfaatkan waktunya secara efisien untuk mencapai tujuan yang berarti.

img_title Tips Mengatur File di Laptop agar Tidak Berantakan

Produktivitas berkaitan erat dengan kemampuan mengelola energi, fokus, serta menentukan prioritas secara tepat. Kaizen menjadi salah satu strategi atau teknik produktivitas yang berasal dari Jepang. Seperti apa produktivitas ala Kaizen ini? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini, ya!

1. Apa Itu Strategi atau Teknik Kaizen?

img_title Ide Cemilan Sehat Di Rumah Ala Michele Alex, Aci Tahu Saus Pedas Manis Gurih dan Krispi

Teknik Kaizen diperkenalkan oleh Masaaki Imai dalam bukunya ”Kaizen: The Key to Japan’s Competitive Success”. Asal kata Kaizen terdiri dari dua kata yakni ‘Kai’ yang berarti perubahan dan ‘Zen’ yang berarti kebijaksanaan. Maka arti Kaizen adalah perubahan yang bijaksana.

Kemudian Kaizen sering diterjemahkan sebagai perubahan ke arah yang lebih baik. Selain itu, Kaizen menjadi dasar filosofi bisnis Jepang yang titik fokusnya pada perbaikan berkelanjutan. 

img_title Tutorial Lengkap Cara Mendapatkan Secret Race 'Archangel' di Sailor Piece: Bongkar Trik Cepatnya!

2. Tahapan Kaizen untuk Produktivitasmu

Teknik Kaizen memiliki empat tahapan yang bisa kamu terapkan di kehidupan pribadi maupun kehidupan bermasyarakat. Berikut ini adalah empat tahapan teknik Kaizen yang dilansir dari rri.co.id.

- Tahap Mengeliminasi (Eliminate)

Tahap ini memfokuskan kamu untuk menyoret list kegiatan, list tugas, atau hal-hal yang tidak diperlukan. Coba tanyakan kepada dirimu pertanyaan ”apa” dan ”mengapa” supaya kamu mudah mengeliminasi sesuatu.

- Tahap Menggabungkan (Combine)

Tahap menggabungkan dilakukan dengan menyatukan beberapa langkah untuk mengetahui apa yang akan kamu lakukan, apa saja cara mencapainya, dan menghilangkan aktivitas yang tidak relevan. Untuk memudahkan, kamu bisa mengajukan pertanyaan seperti ”di mana”, ”siapa”, dan ”kapan”.

- Tahap Mengatur Ulang (Reset)

Tahap mengatur ulang berarti mengubah susunan tahapan yang bisa membantu kamu untuk mengurangi beban kerja yang tidak diperlukan. Pertanyaan ”di mana”, ”siapa”, dan ”kapan” juga berguna dalam menentukan urutan baru yang lebih efisien.

- Tahap Menyederhanakan (Simplify)

Tahap terakhir adalah mengidentifikasi bagian mana dari tugas, pekerjaan, atau langkah-langkah yang dapat dibuat lebih ringkas atau disederhanakan. 

3. Bagaimana Contoh Penerapan Teknik Kaizen?

Halaman Selanjutnya
img_title