Mengenal Vasektomi, Kontrasepsi bagi Pria dengan Efektivitas di atas 90%
- https://res.cloudinary.com/dk0z4ums3/image/upload/v1615187838/attached_image/vasektomi-5.jpg
Kesehatan, VIVA Banyuwangi –Mengatur jarak kelahiran, sering dilakukan oleh sebagian masyarakat yang sudah berkeluarga dengan menggunakan kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Dikutip dari website unair.co.id, berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017, kontrasepsi dengan metode suntik dan pil paling banyak dilakukan dengan presentasi 53,5% untuk suntik dan pil sebesar 20,3%. Metode tersebut banyak dilakukan oleh wanita.
Namun, kini pemerintah mulai mengajak para pria untuk melakukan kontrasepsi. Dikutip dari kemendukbangga.go.id, Wihaji, selaku Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Indonesia, mengajak para ayah untuk vasektomi.
“Maka ke depan bahwa ini bagian dari semangat kita bahwa tidak hanya perempuan saja ya yang dalam hal ini menjadi objek untuk metode kontrasepsi. Di Indonesia juga ada kesetaraan bahwa laki-laki juga dikasih ruang untuk menggunakan metode kontrasepsi. Salah satunya adalah vasektomi” ucap Wihaji
Vasektomi merupakan metode sterilisasi bagi pria dengan cara mengikat atau memblokir saluran sperma dari testis ke uretra (vas deferens). Hal ini akan membuat pria tidak lagi mengeluarkan sperma saat berhubungan.
Melainkan, hanya mengeluarkan cairan mani yang tidak mengandung sperma. Saat ini, terdapat vasektomi tanpa sayatan untuk meminimlaisir risiko dan bekas luka. Prosedur ini juga tidak memiliki bekas jahitan sehingga proses pemulihan nyaman dan cepat.
Apabila Anda melakukan vasektomi, prosedur perawatannya pun mudah dilakukan. Anda hanya harus memastikan kebersihan area bekas operasi dan tidak melakukan olahraga berat selama 3 hari pasca oeprasi. 12 minggu setelah melakukan operasi, Anda akan melakukan pengecekkan kembali untuk memastikan bahwa tidak ada sperma yang tersisa.
Di Indonesia sendiri, syarat untuk melakukan vasektomi adalah dilakukan secara sukarela, mendapatkan persetujuan dari pasangan, usia minimal 35 tahun, sudah memiliki dua anak dengan kondisi anak terakhir sudah berusia 5 tahun, dan adanya kondisi medis tertentu dengan melampirkan surat keterangan dari rumah sakit.
Dikutip dari kemendukbangga.go.id, Menteri Wihaji mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan kompensasi bagi para ayah yang melakukan tindakan vasektomi. “Setiap ikut metode itu maka kita juga bisa melayani, oke ada insentif tapi pengganti kerja bukan lain-lain. Pokoknya kira-kira kalau 2-3 hari, maka insentif kita Rp450.000 dari pemerintah pusat” tutur Wihaji