Tari Saman, Warisan Aceh yang Jadi Simbol Dakwah dan Perlawanan! Siapa Sangka, Ini Asal-Usulnya

Tari Saman, kesenian asal daerah Aceh
Sumber :
  • https://www.instagram.com/p/B9OMOb0FTnR/

Budaya, VIVA Banyuwangi – Dengan kostum mencolok nan meriah, sekelompok penari duduk rapi bersimpuh. Irama pelan pun mulai terdengar dari tepukan tangan, dada, dan paha yang dilakukan dengan penuh kekompakan. Gerakannya pun kian variatif, tubuh meliuk ke kiri, kanan, membungkuk, dan mendongak—semuanya dilakukan dengan ritme yang makin cepat. Ya, inilah Tari Saman, tarian legendaris dari Tanah Rencong yang selalu membuat penonton terpesona.

img_title Tradisi Balap Perahu Fiber di Probolinggo Kembali Digelar, 50 Peserta Lomba Ramaikan Pantai Darmo

Asal-Usul Tari Saman: Bukan Sekadar Seni, Tapi Jalan Dakwah

Tari Saman berasal dari Dataran Tinggi Gayo, Aceh, dan dipercaya berkembang dari ajaran Syekh Muhammad as-Samman, seorang ulama tasawuf asal Madinah pada abad ke-17. Uniknya, dakwah beliau disampaikan lewat kesenian, khususnya syair-syair yang berisi pujian kepada Allah dan Nabi Muhammad, dikombinasikan dengan gerakan ritmis yang sarat makna.

img_title Ketua IKA Untag Banyuwangi Dinobatkan Sebagai Keluarga Kehormatan Masyarakat Adat Mandar

Tradisi ini dikenal masyarakat Gayo sebagai Ratib Saman. Awalnya, hanya kaum lelaki yang menari dengan posisi duduk berjejer sambil melantunkan syair dan menepuk tubuh mereka. Gerakan ini pun perlahan berpadu dengan budaya lokal, sehingga lahirlah bentuk tari yang kita kenal sekarang.

Tari Saman: Perpaduan Budaya Melayu dan Nilai Islami

img_title Entas-Entas Upacara Kematian Suku Tengger, Ritual Sakral Untuk Jiwa Yang Telah Pergi

Menariknya, elemen tepuk tangan dalam Tari Saman bukan datang dari Syekh Samman, melainkan merupakan unsur lama dalam budaya Melayu kuno. Bahkan catatan Marco Polo di abad ke-13 menyebutkan bahwa masyarakat di wilayah Samudera Pasai sudah mengenal tarian serupa, lengkap dengan iringan tepuk tangan.

Syekh Samman pun diyakini mengadopsi elemen budaya ini sebagai strategi dakwah. Lewat Tari Saman, ajaran Islam menjadi lebih mudah diterima masyarakat lokal, terutama lewat lirik-lirik berbahasa daerah yang menyisipkan pesan moral dan religius.

Lebih dari Sekadar Tarian: Tari Saman Juga Pernah Dilarang Kolonial!

Tidak hanya sebagai media dakwah, Tari Saman juga pernah menjadi simbol perlawanan. Pada masa penjajahan Belanda, tarian ini dilarang karena dianggap mengandung unsur mistik dan mampu membangkitkan semangat rakyat untuk melawan. Inilah yang menjadikan Tari Saman bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan simbol perjuangan dan identitas kultural.

Tari Saman Modern: Dari Pentas Desa ke Panggung Nasional

Halaman Selanjutnya
img_title