Autoimun Bisa Terjadi Ke Siapa Saja! Ini Yang Perlu Kamu Tahu!
- https://www.pexels.com/photo/person-ge
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi –Sering merasa lelah yang berkepanjangan? Atau nyeri sendi tanpa sebab jelas dan bahkan muncul ruam pada kulit yang tak lekas hilang? Bisa jadi itu bukan hanya kelelahan biasa, melainkan tanda dari penyakit autoimun yang menyerang tubuh.
Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi dari penyakit, justru menyerang sel-sel sehat yang ada di dalam tubuh.
1. Apa Itu Penyakit Autoimun?
Penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem imun atau biasa disebut system kekebalan tubuh salah dalam mengenali jaringan tubuh sendiri sebagai ancaman dan mulai menyerangnya. Sehingga organ dan jaringan tubuh mengalami peradangan dan kerusakan.
Sistem kekebalan tubuh berfungsi sebagai system keamanan dalam tubuh yang tugasnya mendeteksi zat-zat yang seharusnya tidak ada dalam tubuh (virus, bakteri atau racun) lalu mengirimkan sel darah putih untuk menghancurkannya sebelum zat-zat tersebut membuat kerusakan dan menyebabkan tubuh menjadi sakit.
Penyakit autoimun adalah penyakit kronis. Hingga saat ini, lebih dari 80 jenis penyakit autoimun telah teridentifikasi diantaranya yaitu lupus, rheumatoid, arthritis dan multiple sclerosis.
2. Gelaja Umum yang Harus Diwaspadai
Gejala penyakit autoimun sangat beragam, tergantung pada jenisnya. Namun, beberapa tanda umumnya sebagai berikut:
- Sering merasa lemas
- Otot pegal atau nyeri sendi
- Ruam atau gatal-gatal pada kulit
- Demam yang hilang timbul
- Bengkak pada beberepa sendi atau bagian wajah
- Rambut sering rontok berlebihan
- Mudah terdistraksi atau sulit konsentrasi
- Kesemutan di tangan atau kaki
3. Penyebab Penyakit Autoimun
Penyebab pasti penyakit autoimun belum sepenuhnya pasti. Namun, beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain:
- Memiliki riwayat penyakit bawaan autuimun dari keluarga
- Terkena infeksi bakteri atau virus tertentu yang menyebabkan penyakit autoimun
- Sering terpapar bahan kimia seperti merkuri, dioksin, peptisida atau asbes.
- Merokok
- Berat badan berlebih atau obesitas
4. Diagnosis dan Pengobatan Penyakit Autoimun
Diagnosis penyakit autoimun harus dilakukan oleh petugas kesehatan atau dokter karena memerlukan serangkaian tes, termasuk tes darah untuk mendeteksi antibody tertentu, serta pemeriksaan fisik dan riwayat medis,