Ini Yang Perlu Kamu Ketahui Dari Tenaga Angin Lepas Pantai!

Offshore Windfarm Menjadi Jawaban Bagi Krisis Iklim Yang Terjadi
Sumber :
  • https://www.bbc.com/news/articles/ce848g8l8vro

Budaya, VIVA Banyuwangi – Tenaga angin lepas pantai atau yang biasa disebut offshore windfarm biasa digunakan untuk membersihkan polusi udara agar mencapai net zero.

img_title Ketua IKA Untag Banyuwangi Dinobatkan Sebagai Keluarga Kehormatan Masyarakat Adat Mandar

Salah satu tujuan dari PBB adalah untuk net zero emisi pada tahun 2050 dengan mengutamakan angin dan matahari sebagai sumber energi.

Tenaga angin merupakan energi terbarukan yang bebas listrik dan dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga, peternakan hingga perkotaan.

img_title Lewat Program Lisdes dan BPBL, Pemerintah Wujudkan Keadilan Energi di Wilayah Pelosok!

“Windfarm menghasilkan energi yang dilepaskan melalui udara dan pelepasan ini membuat kecepatan angin berkurang” kata Peter Baas, Peneliti Energi Terbarukan dan Cuaca dari Whiffle, Belanda.

Dalam energi angin terdapat istilah wake effect, yaitu fenomena dimana turbin mendapatkan energi tambahan dari angin. Hal ini menyebabkan berkurangnya kecepatan angin dan meningkatkan turbulansi dibelakangnya.

img_title PLTS Dorong Petani Karawang Hemat Biaya Dan Tingkatkan Pendapatan Desa

Wake effect juga menyebabkan fenomena ‘kecepatan air’ yaitu pembangunan tenaga angin yang dipercepat agar mendapatkan tenaga angin terbaik.

Namun jika kita menghiraukan percepatan pembangunan, hal ini dapat melindungi lingkungan laut. Wake effect juga bisa disebut dengan wind theft.

“Kalimat wind theft merupakan sedikit kesalahpahaman karena kamu tidak bisa mencuri sesuatu yang tidak bisa dimiliki dan tidak seorangpun memiliki angin” kata Eirik Finseras, pengacara dari Norwegia.

Fenomena ini dapat membawa dampak negatif dan positif. Dampak positifnya yaitu manusia bisa menggunakan windfarm berkali-kali dan tidak akan habis.

Dampak negatifnya adalah tepi pantai akan dipenuhi oleh windfarm dan penataan windfarm menyebabkan kemungkinan efek bagi energi yang lain.

Selain itu, penggunaan tenaga angin, surya, nuklir dan biomassa hanya digunakan oleh sebagian negara. Pemerintah Britania Raya ingin agar penggunaannya meningkat hingga 95% pada tahun 2030.

“Untuk mencapai target dalam waktu dekat, tenaga angin membutuhkan biaya yang maksimal dalam masa percobaannya” kata Dieter Helm, Professor Kebijakan Ekonomi di Universitas Oxford.

Dalam hal pembiayaan tenaga angin butuh mengeluarkan biaya yang banyak. Selain itu, para investor yang mengeluarkan biaya harus tahu bahwa hal ini membawa keuntungan.

Penggunaan tenaga angin dapat menjadi jawaban bagi krisis iklim yang terjadi sekarang.

Halaman Selanjutnya
img_title