5 Fakta Mengejutkan Kawin Culik Sasak yang Bikin Dunia Tercengang!
- https://unsplash.com/photos/a-man-is-holding-a-wedding-ring-in-his-hands-dkCIGG8uzrU
Tradisi, VIVA Banyuwangi – Bayangkan sebuah tradisi pernikahan di mana mempelai pria harus menculik calon istrinya sebelum melangsungkan akad nikah. Inilah Merariq, tradisi pernikahan unik Suku Sasak di Lombok yang telah berusia ratusan tahun. Kawin culik atau tradisi merariq ini bermula dari tindakan seorang laki-laki yang membawa lari anak gadis untuk bisa dinikahi.
Namun seiring dengan berjalannya waktu, merariq pun digunakan oleh sebagian besar masyarakat Sasak untuk menggambarkan seluruh prosesi pernikahan adat dalam Suku Sasak. Sayangnya, tradisi sakral ini kini mulai jarang dilakukan dan sering disalahartikan oleh dunia luar sebagai bentuk kekerasan terhadap perempuan.
Di era modern ini, Merariq menghadapi tantangan besar dari perubahan zaman dan stigma negatif yang berkembang. Padahal, tradisi ini memiliki makna filosofis yang mendalam dan tata cara yang sangat terstruktur, jauh dari kesan penculikan yang dipahami secara harfiah.
1. Prosesi Penculikan yang Penuh Persetujuan
Berbeda dengan anggapan umum, Merariq bukanlah tindakan penculikan dalam arti sesungguhnya. Sang pria dan wanita biasanya telah berjanji untuk bertemu di suatu tempat. Setelah itu, sang wanita akan dibawa oleh pihak pria di rumah keluarganya selama satu hingga tiga hari. Prosesi ini sebenarnya sudah direncanakan dan disetujui oleh kedua belah pihak sebelumnya, bukan tindakan sepihak yang memaksa.
Dalam proses Merarik, pria membawa calon pengantin perempuan ke rumah kerabat atau keluarga terdekat dan tidak boleh langsung dibawa ke rumah calon pengantin pria. Aturan ini menunjukkan bahwa tradisi Merarik memiliki etika dan tata cara yang ketat, memastikan kehormatan dan keselamatan calon mempelai perempuan tetap terjaga.
2. Rangkaian Ritual yang Kompleks dan Bermakna
Merariq bukan hanya sekedar membawa lari calon istri, melainkan rangkaian prosesi panjang yang terdiri dari beberapa tahapan sakral. Merariq sebagai sebuah tradisi pernikahan Sasak dilakukan dengan beberapa tahapan, seperti: merariq, sejati, selabar, nunas wali, nikah, nyerah gantiran atau pisuke, sorong serah atau aji krama, nyongkol, dan baliq lampaq atau tampak. Setiap tahapan memiliki makna dan fungsi khusus dalam membangun ikatan pernikahan yang sakral.