Fakta Menarik Bubur Suro, Makanan Khas di Malam Tahun Baru Hijriyah

Aneka Sayur dan Buah di Kirab Gunungan Malam Satu Suro
Sumber :
  • https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/perayaan-satu-suro-tradisi-malam-sakral-masyarakat-jawa/

Budaya, VIVA Banyuwangi – Berbagai cara dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk merayakan Malam 1 Muharram atau 1 Suro. Salah satunya, tradisi memberikan bubur kepada masyarakat setempat yang dinamakan bubur suro. Tradisi ini masih berlangsung dan dijaga oleh masyarakat Jawa, terutama di Yogyakarta dan Surakarta.

img_title Ketua IKA Untag Banyuwangi Dinobatkan Sebagai Keluarga Kehormatan Masyarakat Adat Mandar

Cek Produk Rekomendasi Kami
KAOS BAJU JAVA LEGEND LEMBU SURO KAOS LEMBU SURO COWOK CEWEK

KAOS BAJU JAVA LEGEND LEMBU SURO KAOS LEMBU SURO COWOK CEWEK

Mulai dari

Rp.32.500

Bubur Suro merupakan lambang atau wujud rasa syukur kepada Tuhan atas berkah dan rezeki yang diperoleh. Makanan ini awalnya dihadirkan untuk memperingati hari pertama dalam kalender Jawa atau bertepatan dengan 1 Muharram (Hijriyah). Tradisi ini diwariskan secara turun temurun sejak zaman Sultan Agung Hanyokrokusumo.

img_title Entas-Entas Upacara Kematian Suku Tengger, Ritual Sakral Untuk Jiwa Yang Telah Pergi

Cek Produk Rekomendasi Kami
KAOS BAJU LENGAN PANJANG JAVA LEGEND LEMBU SURO KAOS LEMBU SURO COWOK CEWEK

KAOS BAJU LENGAN PANJANG JAVA LEGEND LEMBU SURO KAOS LEMBU SURO COWOK CEWEK

Mulai dari

Rp.32.500

img_title Grebeg Suran Baturraden Tradisi Banyumas yang Sarat Makna dan Warisan Leluhur

Bubur Suro terbuat dari beras yang dimasak dengan aneka bumbu dan rempah tradisional seperti santan, serai, dan daun salam. Perpaduan rempah ini menghasilkan rasa yang lebih gurih dibandingkan bubur pada umumnya. Adapun toping atau lauk Bubur Suro yang berbeda-beda menyesuaikan daerahnya.

Namun, secara umum Bubur Suro disajikan bersama kuah santan kuning, tahu, orek tempe atau teri, telur, dan kacang-kacangan. Menariknya, harus ada tujuh jenis kacang yang ada dalam sepiring bubur Suro. Selain tujuh jenis kacang, ada suwiran jeruk Bali dan buah delima ditaburkan di atas sajian bubur untuk menciptakan rasa asam.

Tujuh kacang yang ada dalam Bubur Suro terdiri dari kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau, kacang mete, kacang tholo, kacang merah dan kacang bogor. Ketujuh kacang ini melambangkan tujuh hari dalam satu minggu. Menyantap bubur Suro bertabur tujuh jenis kacang merupakan doa agar selalu diberi berkah dan kelancaran hidup setiap harinya.

Bagi masyarakat Yogyakarta, menyantap Bubur Suro bukan sekedar ritual pelengkap semata setelah Tapa Bisu Mubeng Betheng. Ia memiliki arti penting diantaranya sebagai bentuk pelestarian budaya peninggalan Sultan Agung Hanyokrokusumo. Dari sisi religius, hidangan ini konon tercipta untuk memperingati keselamatan Nabi Nuh AS setelah 40 hari menaungi banjir besar.

Halaman Selanjutnya
img_title