Sejarah Angkringan, Sebuah Inisiatif Tempat Makan yang Jadi Penyelamat Rakyat!

Asal usul angkringan tempat makan merakyat
Sumber :
  • https://warta.jogjakota.go.id/detail/index/36886/festival-angkringan-perkuat-ikon-budaya-gerakkan-ekonomi-lokal-2024-12-05

Kuliner, VIVA Banyuwangi – Bagi masyarakat Yogyakarta, Solo, dan banyak kota lain di Jawa, angkringan adalah pemandangan yang tak asing lagi. Sebuah gerobak sederhana dengan terpal penutup, diterangi cahaya remang dari lampu minyak, serta aroma jahe dan kopi yang menguar di udara. Lebih dari sekadar tempat makan, angkringan adalah ruang sosial yang hangat dan merakyat.

img_title Resep Bolu Nangka Kukus, Alternatif Lebih Sehat Tanpa Oven

Cek Produk Rekomendasi Kami
Gula Batu Asli Kristal Kuning Khas Angkringan Jogja

Gula Batu Asli Kristal Kuning Khas Angkringan Jogja

Mulai dari

Rp.9.400

Namun, di balik kesederhanaannya, tahukah Anda dari mana asal-usul konsep kuliner yang ikonik ini? Ternyata, jejaknya bisa ditelusuri kembali ke sebuah desa kecil di Klaten, Jawa Tengah.

img_title Nasi Ponggol Khas Tegal, Sajian Sederhana dengan Rasa Juara

Cek Produk Rekomendasi Kami
Teh Khas Solo / Teh Racik Solo / Teh Angkringan Solo ok

Teh Khas Solo / Teh Racik Solo / Teh Angkringan Solo ok

Mulai dari

Rp.6.500

Awal Mula di Desa Ngerangan, Klaten

img_title Es Kuwut, Sensasi Segar Kelapa dan Jeruk dalam Satu Gelas

Menurut laman Wikipedia, asal usul angkringan dimulai oleh seorang pria bernama Mbah Pairo pada sekitar tahun 1930-an. Beliau berasal dari Desa Ngerangan, Cawas, Klaten. Uniknya, Mbah Pairo tidak memulai usahanya di desanya sendiri, melainkan merantau ke kota Solo untuk menjajakan hidangan sederhananya dengan cara berkeliling.

Usaha yang dirintis oleh Mbah Pairo ini kemudian diikuti oleh warga desa lainnya. Mereka pun mulai merantau ke kota-kota sekitar untuk menjual makanan dengan konsep serupa, meletakkan dasar bagi apa yang kita kenal sebagai angkringan saat ini.

Fenomena Angkringan di Yogyakarta dan Lahirnya Kopi Joss

Konsep angkringan kemudian menyebar dan menemukan popularitas terbesarnya di Yogyakarta. Salah satu tokoh yang paling berjasa mempopulerkannya adalah Lik Man (nama asli: Siswo Suharsono), yang merupakan putra dari salah seorang pengikut jejak Mbah Pairo.

Lik Man mulai berjualan pada tahun 1969 di dekat lingkungan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). Lokasinya yang strategis ini membuat angkringannya menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa untuk makan, minum, dan berdiskusi hingga larut malam.

Di sinilah lahir inovasi legendaris yang melekat erat dengan angkringan Yogya: Kopi Joss. Minuman ini adalah kopi hitam panas yang disajikan dengan bongkahan arang membara yang dicelupkan langsung ke dalam gelas, menciptakan sensasi dan aroma yang unik.

Halaman Selanjutnya
img_title