Mengenal Tradisi Pacu Jalur yang Sedang Viral di Tiktok!
- https://wonderfulimages.kemenparekraf.go.id/read/1179/mengenal-si-penari-cilik-yang-viral-di-festival-pacu-jalur-2023
Budaya, VIVA Banyuwangi – Pasti kalian tidak asing dengan konten Tiktok yang menirukan gerakan mengayunkan tangan oleh bocah diatas perahu. Trend ini dikenal sebagai “Aura Farming”.
Gerakan yang dipraktekkan oleh bocah laki-laki ini sebenarnya berguna untuk menjaga keseimbangan selama perahu melaju kencang.
Trend “Aura Farming” yang viral di platform Tiktok ini biasanya diiringi lagu “Young Black & Rich”. Gerakan ini banyak ditirukan oleh netizen karena dianggap sebagai gerakan yang keren dan memancarkan aura percaya diri.
Gerakan bocah diatas perahu itu sebenarnya menirukan gerakan ular, naga dan sebagainya. Gerakan yang unik dan lincah itu membuat banyak orang memparodikannya di sosial media.
Gerakan ini disebut dengan Pacu Jalur. Pacu Jalur berasal dari Kabupaten Kuantan Senggigi, Riau. Awalnya, tradisi ini adalah sebuah perlombaan mengangkut hasil panen dengan perahu besar.
Saat ini Pacu Jalur menjadi kompetisi yang dilakukan sejak masa penjajahan Belanda hingga masa kemerdekaan. Satu perahu dapat diisi 40-60 pendayung laki-laki karena perahunya terbuat dari satu pohon utuh.
Perahu akan dihiasi dengan ukiran seperti kepala buaya, harimau atau ular. Perahu juga akan dilengkapi dengan payung, tali-temali, selendang, tiang tengah serta lambai-lambai.
Festival Pacu Jalur mulai resmi dilakukan pada tahun 1903. Festival ini diharapkan untuk terus dilakukan untuk melestarikan budaya Indonesia.
Pada tahun 2017, Pacu Jalur pernah dinobatkan sebagai pariwisata terpopuler di Indonesia oleh Anugerah Pesona Indonesia (API) oleh Kementrian Pariwisata.
Setiap 17 Agustus, tradisi Pacu Jalur selalu dilakukan untuk memperingati hari Kemerdekaan. Acara ini biasanya ramai dikunjungi orang karena tradisinya yang unik karena pada saat Pacu Jalur akan terjadi kemacetan lalu lintas dimana-mana.
Banyak orang yang merantau, pulang untuk menyaksikan tradisi Pacu Jalur ini. Selain itu, ini merupakan agenda tahunan Pemerintah Provinsi Riau untuk menarik wisatawan lokal dan mancanegara.
Jalur yang dibuat khusus untuk kompetisi ini bisa mencapai 100 jalur. Kostum warna-warni peserta lomba dan teriakan penonton akan menambah keseruan dari kompetisi ini.
Tradisi Pacu Jalur yang sudah masuk ke dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) harus terus dilestarikan, kata Sandiaga Uno, Kemenparekraf Indonesia periode 2020-2024.