Suku Sasak, Warisan Budaya Asli Lombok yang Memikat Dunia

Penampakan tari paresean budaya susuk sasak lombok
Sumber :
  • wonderfulimages.kemenparekraf.go.id https://wonderfulimages.kemenparekraf.go.id/read/206/tari-paresean-suku-sasak-lombok

Budaya, VIVA BanyuwangiSuku Sasak merupakan salah satu dari 1.340 suku yang ada di Indonesia, berdasarkan sensus Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010. Keberadaan suku ini menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Nusantara yang beragam dalam bahasa, adat istiadat, dan tradisi. Suku Sasak sendiri adalah penduduk asli Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Sasak menggunakan bahasa Sasak yang khas dan penuh makna.

img_title Ketua IKA Untag Banyuwangi Dinobatkan Sebagai Keluarga Kehormatan Masyarakat Adat Mandar

Secara etimologi, kata Sasak diyakini berasal dari istilah sak-sak, yang berarti sampan. Hal ini dikaitkan dengan legenda nenek moyang orang Sasak yang datang menggunakan sampan dari arah barat, diduga berasal dari Pulau Jawa. Selain itu, dalam kitab Negarakertagama, nama Sasak disebut bersanding dengan Pulau Lombok, yaitu “Lombok Sasak Mirah Adhi.”

Dalam pengucapan lokal, Sasak dipercaya berasal dari kata Sa’saq yang berarti “satu,” sedangkan Lombok dari kata Lomboq yang berarti “lurus.” Jika digabungkan, Sa’saq Lomboq dapat dimaknai sebagai “jalan yang lurus.” Sementara itu, jika merujuk pada kutipan kitab Negarakertagama yang menyebut “Lombok Mirah Sasak Adhi,” kata “Lombok” berarti jujur, “Mirah” bermakna permata, “Sasak” sebagai kenyataan, dan “Adhi” berarti utama atau baik. Maka, maknanya adalah “Kejujuran ibarat permata kenyataan yang utama.”

img_title Entas-Entas Upacara Kematian Suku Tengger, Ritual Sakral Untuk Jiwa Yang Telah Pergi

Dusun Sade, Desa Adat Suku Sasak yang Autentik

Salah satu kawasan yang paling dikenal sebagai pusat budaya Suku Sasak adalah Dusun Sade, yang terletak di Desa Rambita, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Lokasinya hanya sekitar 30 menit perjalanan dari Bandara Internasional Lombok, sehingga mudah dijangkau wisatawan.

img_title Grebeg Suran Baturraden Tradisi Banyumas yang Sarat Makna dan Warisan Leluhur

Dusun Sade menjadi destinasi wisata budaya yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Di sinilah pengunjung dapat menyaksikan kehidupan masyarakat Sasak yang masih memegang teguh adat istiadat leluhur sejak masa Kerajaan Pejanggik. Desa ini dihuni sekitar 152 kepala keluarga yang hidup berdampingan dengan alam dan tradisi.

Rumah-rumah adat di Dusun Sade dibuat dari material alami seperti bambu, kayu, dan alang-alang. Rumah tradisional ini bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi simbol jati diri dan kebanggaan Suku Sasak yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Saat berkunjung, wisatawan akan disambut keramahan penduduk yang dengan senang hati menjelaskan berbagai tradisi dan kisah sejarah desa.

Halaman Selanjutnya
img_title