Candi Penataran, Warisan Majapahit yang Nyaris Terlupakan di Lereng Gunung Kelud
- https://www.blitarkab.go.id/2012/06/06/wisata-candi-penataran/
Budaya, VIVA Banyuwangi – Di balik rindangnya lereng Gunung Kelud, Kabupaten Blitar, berdiri megah sebuah situs peninggalan masa lalu yang menyimpan banyak misteri: Candi Penataran. Disebut juga sebagai Candi Palah, situs ini merupakan kompleks percandian Hindu terbesar dan termegah di Jawa Timur. Tak hanya menyimpan nilai arkeologis, Candi Penataran juga dipercaya sebagai pusat pemujaan spiritual yang aktif dari masa Kerajaan Kediri hingga kejayaan Majapahit.
Terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, candi ini berdiri kokoh pada ketinggian sekitar 450 meter di atas permukaan laut. Dengan luas kompleks lebih dari satu hektare, arsitektur Penataran mencerminkan keagungan masa silam yang masih bisa kita saksikan hingga hari ini.
Berdasarkan temuan prasasti dan catatan kuno, pembangunan awal Candi Penataran dimulai pada masa pemerintahan Raja Srengga dari Kerajaan Kediri, sekitar tahun 1200 M. Candi ini terus difungsikan sebagai tempat pemujaan dan peringatan spiritual hingga abad ke-15, tepatnya pada masa pemerintahan Raja Wikramawardhana dari Majapahit.
Nama Palah muncul dalam kakawin Nagarakretagama, karya agung Mpu Prapanca yang ditulis tahun 1365. Dalam teks ini, Candi Penataran tercatat sebagai salah satu lokasi yang dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk dalam perjalanannya keliling Jawa Timur. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya situs ini dalam kehidupan religius dan politik kerajaan.
Tidak seperti candi-candi di Jawa Tengah yang berbentuk mandala konsentrik seperti Candi Sewu, Candi Penataran dibangun dengan pola linear memanjang dari barat laut ke tenggara. Pola ini membagi kompleks menjadi tiga halaman utama, masing-masing dengan fungsi dan struktur berbeda.
Di halaman pertama, pengunjung akan disambut oleh dua arca Dwarapala, penjaga gerbang, dengan tahun 1232 Saka (1310 M) terukir di pangkalnya. Di halaman ini pula terdapat Bale Agung, bangunan musyawarah para pendeta, serta Pendopo Teras yang dihiasi relief cerita rakyat seperti Sri Tanjung dan Bubhuksah Gagang Aking.
Salah satu kekuatan utama Candi Penataran terletak pada kekayaan reliefnya. Di teras pertama bangunan utama, tergambar kisah Ramayana. Di teras kedua, tersaji kisah Kresnayana, dan di teras ketiga terdapat ornamen naga serta singa bersayap yang menjadi simbol pelindung spiritual.