Gunongan, Monumen Bersejarah Simbol Cinta Abadi Sultan Aceh untuk Sang Permaisuri!
- https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/gunongan-bangunan-bersejarah-dalam-kisah-cinta-sultan-aceh/
Budaya, VIVA Banyuwangi –Di antara berbagai monumen bersejarah yang agung dan megah, ada beberapa yang dibangun bukan untuk perang atau kekuasaan, melainkan sebagai bukti cinta. Jika di India ada Taj Mahal, maka di jantung kota Banda Aceh, berdiri sebuah bangunan unik berwarna putih yang juga lahir dari sebuah kisah cinta: Gunongan.
Bentuknya yang aneh dan tidak biasa, menyerupai kelopak bunga atau gunung bertingkat, seringkali membuat pengunjung bertanya-tanya. Apa sebenarnya fungsi bangunan ini? Jawabannya adalah sebuah kisah romantis antara seorang sultan perkasa dan permaisurinya yang tercinta.
Hadiah dari Sultan Iskandar Muda
Gunongan dibangun pada abad ke-17, pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, sultan terbesar dan paling terkenal dalam sejarah Kesultanan Aceh Darussalam. Bangunan ini adalah hadiah istimewa dari sang sultan untuk permaisurinya yang cantik jelita, Putroe Phang, atau Putri Kamaliah, yang berasal dari Kerajaan Pahang, Malaysia.
Obat Rindu Kampung Halaman
Setelah menikah dengan Sultan Iskandar Muda dan diboyong ke Aceh, Putri Pahang seringkali merasa rindu akan kampung halamannya. Ia merindukan suasana perbukitan dan pegunungan tempat ia biasa bermain di masa kecilnya di Pahang.
Melihat kegundahan sang permaisuri yang sangat dicintainya, Sultan Iskandar Muda pun berinisiatif membangun sebuah "gunung-gunungan" atau gunung miniatur di tengah taman istana, yang saat itu dikenal sebagai Taman Ghairah. Bangunan inilah yang kita kenal sebagai Gunongan.
Gunongan dirancang khusus sebagai tempat bagi sang permaisuri untuk bermain, berjalan-jalan, dan menghibur diri, seolah-olah ia sedang berada di perbukitan di negerinya sendiri. Ini adalah bukti betapa besar cinta dan perhatian Sultan Iskandar Muda kepada istrinya.
Arsitektur Unik Penuh Makna
Arsitektur Gunongan sangat unik dan berbeda dari bangunan khas Aceh pada umumnya. Strukturnya yang berjenjang dengan lorong-lorong dan tangga yang berliku memang dirancang untuk meniru kontur sebuah gunung. Di puncaknya, terdapat sebuah pilar utama yang melambangkan bunga.
Bangunan ini tidak dapat dipisahkan dari Pinto Khop, sebuah gerbang kecil berbentuk kubah yang terletak tidak jauh darinya. Pinto Khop adalah gerbang penghubung antara istana dengan Taman Ghairah, yang menjadi pintu masuk khusus bagi sang permaisuri dan para dayangnya untuk menuju Gunongan.