Apa itu Rijsttafel? Tradisi Perayaan Kuliner yang Hilang di Indonesia, tapi Terkenal di Belanda!

Rijsttafel tradisi makan mewah ciptaan Belanda
Sumber :
  • https://folklife.si.edu/magazine/rijsttafel-dutch-indonesian-identities

Budaya, VIVA Banyuwangi –Bayangkan sebuah meja makan yang terhampar penuh dengan 40 jenis lauk pauk khas Nusantara. Ada rendang, sate ayam, gado-gado, perkedel, urap, aneka sambal, dan puluhan mangkuk kecil lainnya mengelilingi nasi putih yang mengepul. Kedengarannya seperti puncak perayaan kuliner Indonesia, kan?

img_title Resep Sate Ayam Singapura Asli yang Empuk dengan Saus Kacang Khas Gurih

Salah besar!

Faktanya, tradisi jamuan makan super mewah yang merayakan kekayaan kuliner Indonesia ini justru bukan berasal dari Indonesia. Lebih mengejutkan lagi, tradisi ini hampir tidak dikenal di negeri sendiri, namun justru menjadi jamuan makan penting dan berkelas di Belanda. Inilah kisah Rijsttafel, "prasmanan" Indonesia yang diciptakan oleh penjajah.

img_title Resep Sate Ayam Lezat dengan Bumbu Kaya Rempah-rempah

Awal Mula Pameran Kemewahan Kolonial

Nama Rijsttafel sendiri berasal dari bahasa Belanda yang artinya "Meja Nasi". Rijstaffel adalah konsep yang lahir pada masa Hindia Belanda, di mana para penguasa kolonial ingin melakukan dua hal sekaligus: mencicipi semua kekayaan rasa dari tanah jajahannya yang eksotis dan memamerkan kemakmuran serta kekuasaan mereka kepada tamu.

img_title Resep Sate Ayam yang Empuk dan Juicy, Enak Patut Coba

Mereka melihat kebiasaan orang Indonesia makan nasi dengan beberapa lauk (nasi campur/rames), lalu mengubahnya menjadi sebuah pertunjukan teatrikal yang megah. Jika orang pribumi makan dengan 3-4 lauk, para tuan dan nyonya Belanda ini menyajikannya hingga puluhan jenis lauk dalam satu waktu. Ini adalah cara mereka berkata, "Lihat, betapa kaya dan beragamnya tanah yang kami kuasai."

Parade 40 Lauk yang Bikin Melongo

Penyajian Rijsttafel adalah sebuah parade. Para pelayan akan berbaris, masing-masing membawa satu jenis lauk dalam mangkuk kecil, lalu menyajikannya satu per satu di meja hingga penuh sesak. Pesta rasa ini mencakup hidangan dari berbagai penjuru Nusantara:

-          Dari Jawa: Gudeg, opor ayam, urap.

-          Dari Sumatera: Rendang, gulai, sambal ijo.

-          Dari Bali: Sate lilit, lawar.

-          Lainnya: Sate ayam Madura, gado-gado, perkedel, krupuk, dan puluhan hidangan lain.

Semua disajikan dalam porsi kecil, memungkinkan para tamu untuk mencicipi semuanya dalam satu jamuan makan.

Ironis! Hilang di Indonesia, Jadi Kebanggaan di Belanda

Lalu, mengapa tradisi semewah ini tidak kita kenal? Setelah kemerdekaan Indonesia, Rijsttafel dengan cepat ditinggalkan karena dianggap sebagai warisan dan simbol kemewahan kaum penjajah yang sombong. Bangsa Indonesia lebih memilih konsep Prasmanan yang lebih egaliter dan praktis, di mana semua orang mengambil makanannya sendiri.

Halaman Selanjutnya
img_title