Tips Parenting menghadapi Generasi Alpha, Melek Digital!

Generasi Alpha dianggap generasi paling cerdas
Sumber :
  • pexels: @gustavofring

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi –Siapakah generasi Alpha? Mereka adalah anak anak yang dilahirkan pada permulaan tahun 2010 setelah Generasi Z (Awal tahun 1997 – 2010). Generasi yang mewakili dua miliar penduduk, generasi asli era digital. Lahir tepat diluncurkannya pertama kali tablet dan ipad, generasi pertama yang tidak pernah hidup tanpa media sosial. 

img_title Menjelajahi Dunia Virtual Lewat Game VR

Disebut dengan generasi alpha karena tampaknya mewakili kebangkitan baru dimana kehidupan yang dibangun berdasarkan teknologi dan ilmu pengetahuannya di abad 21. 

Generasi Millenial adalah generasi yang melahirkan dan membesarkan Generasi Alpha. Dengan perbedaan masa yang rentang waktu cukup jauh, tentunya memiliki tantangan sendiri dalam mengerti sudut pandang generasi alpha.

img_title Suka Duka Mencari Suku Cadang Original Motor Klasik

Anak anak generasi Alpha memiliki akses yang lebih luas dalam penggunaan teknologi dibanding generasi generasi sebelumnya. Bagi pasangan muda, berikut tips untuk menghadapi alpha generation :

1. Perbanyak bertanya dibanding memberikan arahan 

img_title Cara Cek Pompa Oli Samping Motor 2-Tak Klasik

Misal memberikan pertanyaan apa yang disuka dan apa yang tidak disuka. Hal ini membuat anak mampu berpikir kritis, dan juga terbiasa untuk mencari tahu. Karena anak anak sudah terpapar screen time dengan teknologi, kemampuan mereka bersosialisasi juga berkurang. Oleh karena itu melatih berpikir kritis menjadi yang terbaik. 

2. Kenali kelebihan dan kelemahannya

Dianggap generasi paling cerdas, generasi alpha memiliki potensi untuk melek teknologi, mandiri dalam belajar dan cenderung visual dan interaktif. Mereka lebih menyukai visual seperti video, gambar dan aplikasi interaktif. 

Dengan memahami karakteristiknya, sebagai orangtua mempelajari aplikasi aplikasi yang sifatnya interaktif dan menarik, ajak mereka berkolaborasi menggunakan alat alat teknologi, dan membuat projek kreatif. 

Kelemahan dari generasi alpha adalah kurangnya kemampuan bersosialisasi dikarenakan kuatnya pengaruh teknologi dan media sosial. Maka bisa dilakukan dengan membatasi waktu layar dan mendorong aktifitas fisik serta sosial sehingga anak anak memiliki rasa simpati dan empati terhadap kehidupan sekitarnya.

Bisa dilakukan dengan hal hal sederhana yaitu kegiatan olahraga atau seni. Anak anak bisa diberi les olahraga yang membutuhkan interaksi dengan banyak orang atau les music yang kemudian berani untuk berkompetisi dan bersosialiasi. 

3. Tanamkan nilai moral dan etika sejak dini 

Sebagai generasi teknologi, generasi alpha cenderung minim empati. Untuk itu kecerdasan emosional perlu diajarkan kepada mereka sehingga mereka bisa turut simpati dan empati terhadap sekitarnya. Tanamkan nilai moral dari kecil, bagaimana harus bersikap terhadap orangtua, mulai dari sikap sampai dengan gesture tubuh.

Bagaimana merendahkan suara jika harus berkomunikasi dengan orang yang lebih tua. Sampaikan dengan mereka secara terbuka, karena generasi alpha termasuk generasi yang memahami keterbukaan. 

4. Sosialisasikan tentang gadget, apa yang boleh dan tidak boleh

Sebagai generasi yang hidup dengan teknologi, jika tidak diberi pemahaman, maka mereka akan mentah mentah menerima yang disajikan oleh media internet. Belum lagi banyak sekali akun akun pengujar kebencian, hoax bertebaran dimana mana.

Mengajak diskusi generasi alpha tentang gadget akan menjadi diskusi yang menyenangkan bagi mereka karena sesuai dengan dunia mereka. Biasakan untuk mereka mencari tahu terlebih dahulu atas informasi apa yang mereka terima dari internet. 

5. Maksimalkan kualitas dalam komunikasi bersama 

Terlahir dari generasi millennial yang kebanyakan memilih untuk kedua orangtua bekerja menjadi plus minus bagi generasi alpha. Secara kuantitas, intens pertemuan dengan orangtua tidak sebanyak generasi sebelumnya.

Untuk itu, milikilah kualitas pertemuan antara orangtua dan anak. Usahakan hadir selalu pada saat makan malam bersama dengan aturan tidak ada gadget saat makan, beri waktu khusus untuk bersam sama di weekend, dengan minim penggunaan gadget, sehingga orangtua dapat intens mengetahui perkembangan anak. 

Seni membesarkan generasi alpha sangat menarik. Gadget bisa menjadi alat bantu atau justru menjadi boomerang jika tidak dipahami konsep penggunaan yang benar terhadap generasi alpha ini. Semangat mempelajari ilmu parenting bagi pasangan muda, ditangan kalian, generasi alpha hebat akan terbentuk.