Asosiasi Sepak Bola Palestina Puji Sikap Tegas Norwegia, Desak FIFA Usut Tindakan Israel

Tim Nasional sepak Bola Norwegia
Sumber :
  • IG: @herrelandslaget

Sepak Bola, VIVA Banyuwangi –Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) mengapresiasi langkah Asosiasi Sepak Bola Norwegia yang telah mendesak FIFA untuk melakukan penyelidikan terhadap Israel sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026.

Serba-serbi Manchester United Setelah Menang atas Leicester City

Kedua tim nasional, Norwegia dan Israel, akan saling berhadapan pada Maret dan Oktober 2025 sebagai bagian dari kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, sebelum pertandingan tersebut digelar, Presiden Asosiasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, meminta FIFA untuk menyelidiki dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh Israel di Jalur Gaza selama konflik dengan Hamas.

Klaveness menyatakan bahwa ia merasa sulit melihat Norwegia harus bertanding melawan Israel dalam kualifikasi Piala Dunia dan mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tindakan militer Israel di Gaza.

Thiago Motta Masih Percaya Diri di Juventus

PFA memuji pernyataan Klaveness yang dianggap mencerminkan sentimen jutaan orang di seluruh dunia yang percaya bahwa FIFA dan komunitas sepak bola internasional tidak dapat tinggal diam di tengah pelanggaran hak asasi manusia yang serius.

"PFA mendesak FIFA untuk bertindak dengan transparan dan segera dengan meluncurkan penyelidikan menyeluruh terhadap tindakan Israel dan memastikan bahwa sepak bola tetap menjadi alat untuk perdamaian dan keadilan, bukan platform untuk impunitas," kata PFA dalam sebuah pernyataan resmi.

Penggemar Kolaps Warnai Kemenangan Inter Milan

PFA telah berulang kali meminta FIFA, UEFA, dan semua asosiasi sepak bola nasional untuk memboikot Israel dari semua pertandingan sepak bola internasional. Mereka juga kembali menuduh "pasukan pendudukan Israel" secara sistematis menargetkan olahraga, atlet, dan infrastruktur Palestina, yang dianggap melanggar peraturan FIFA dan hukum humaniter internasional.

"Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) secara sistematis melanggar statuta FIFA dengan mentoleransi rasisme, berfungsi sebagai alat untuk aneksasi Israel atas wilayah yang diduduki, dan mendorong genosida yang sedang berlangsung di Gaza," klaim PFA. "Serangan-serangan ini telah mengakibatkan hilangnya banyak nyawa, termasuk ratusan atlet, dan kerusakan pada fasilitas olahraga vital, yang merusak prinsip-prinsip yang dianut sepak bola: keadilan, hormat, dan persatuan."

Halaman Selanjutnya
img_title