Ikhtiarkan yang Terbaik, Lalu Bertawakkallah
- Istimewa / VIVA Banyuwangi
Kita harus bersedia introspeksi diri. Ujian itu bukan karena Allah SWT membenci kita. Justru agar kita ke depan menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih baik dari hari ke hari. Itulah yang Allah SWT inginkan.
Pertanyaan kedua, Mengapa Allah SWT tidak membantu saya menyelesaikannya?
Allah SWT itu Al Muhaimin. Maha Penolong. Yang dengan sifatnya itu, kita terus menerus mendapat pertolongan Allah SWT.
Namun, seringkali kita tidak menyadarinya. Namun dalam satu hal, kita berharap lebih kepada Allah SWT. Ingin agar Allah SWT membantu menyelesaikan masalah kita.
Misal hutang yang melilit, sakit yang tampak tidak akan sembuh, atau sulitnya mendapat pekerjaan yang baik.
Maka pahamilah makna, “iyyaka nasta’in”.
Kalimatnya diawali dengan “iyyaka na’budu”. Hanya Engkaulah yang kami sembah. Dilanjutkan “wa iyyaka nasta’in”. Dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
Isti’anah maksudnya penyerahan diri secara sempurna kepada Allah SWT setelah berusaha melakukan upaya manusiawi sesuai dengan tuntutan kebutuhannya secara maksimal.
Apa maksudnya? Setelah kamu telah memastikan telah berusaha menjadi hamba Allah SWT yang baik, maka untuk urusan permasalahanmu, yang pertama kamu harus lakukan adalah tolong dirimu sendiri terlebih dahulu.
Ikhtiarkan semaksimal yang mampu kamu lakukan. Baru kemudian, kamu boleh berserah diri, berharap agar Allah SWT menyelesaikan sisanya.
Allah SWT hanya akan menolongmu jika kamu telah berusaha maksimal menolong dirimu sendiri.
Demikianlah Allah SWT memberi pelajaran kepada kita.