Ikhtiarkan yang Terbaik, Lalu Bertawakkallah

Ilustrasi tawaqal
Sumber :
  • Istimewa / VIVA Banyuwangi

Kita harus bersedia introspeksi diri. Ujian itu bukan karena Allah SWT membenci kita. Justru agar kita ke depan menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih baik dari hari ke hari. Itulah yang Allah SWT inginkan.

img_title Siaga Satu! Polsek Wongsorejo Pantau Ketat Informasi Rencana Pembuangan Limbah Batu Bara

Pertanyaan kedua, Mengapa Allah SWT tidak membantu saya menyelesaikannya?

Allah SWT itu Al Muhaimin. Maha Penolong. Yang dengan sifatnya itu, kita terus menerus mendapat pertolongan Allah SWT.

img_title Melaju ke Bogor! Pesat Tegalsari Siap Taklukkan Seri Nasional IGC 2026

Namun, seringkali kita tidak menyadarinya. Namun dalam satu hal, kita berharap lebih kepada Allah SWT. Ingin agar Allah SWT membantu menyelesaikan masalah kita.

Misal hutang yang melilit, sakit yang tampak tidak akan sembuh, atau sulitnya mendapat pekerjaan yang baik.

img_title Proyek Revitalisasi Tambak SAA Wongsorejo Disorot, BPD Pertanyakan Kelengkapan Izin

Maka pahamilah makna, “iyyaka nasta’in”.

Kalimatnya diawali dengan “iyyaka na’budu”. Hanya Engkaulah yang kami sembah. Dilanjutkan “wa iyyaka nasta’in”. Dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

Isti’anah maksudnya penyerahan diri secara sempurna kepada Allah SWT setelah berusaha melakukan upaya manusiawi sesuai dengan tuntutan kebutuhannya secara maksimal.

Apa maksudnya? Setelah kamu telah memastikan telah berusaha menjadi hamba Allah SWT yang baik, maka untuk urusan permasalahanmu, yang pertama kamu harus lakukan adalah tolong dirimu sendiri terlebih dahulu.

Ikhtiarkan semaksimal yang mampu kamu lakukan. Baru kemudian, kamu boleh berserah diri, berharap agar Allah SWT menyelesaikan sisanya.

Allah SWT hanya akan menolongmu jika kamu telah berusaha maksimal menolong dirimu sendiri.

Demikianlah Allah SWT memberi pelajaran kepada kita.