Puasa Mengajarkan Kejujuran

Ilustrasi neraca kejujuran
Sumber :
  • Istimewa / VIVA Banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Penulis: Ustad Faisol Aziz. Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banyuwangi

img_title Bau Menyengat Limbah SPPG Bajulmati Resahkan Warga Wongsorejo

Setiap kita tidak mau berteman dengan orang yang curang. Tidak mungkin juga ada orang yang bermitra dalam usaha, kemudian suka jika kawan mitranya berbuat curang. Jangankan orang baik-baik, bahkan kawanan perampok pun, tidak menginginkan kawannya curang dalam pembagian hasil rampokan.

Tentu hal di atas hanya sekedar ilustrasi.

img_title Best Goal Keeper Nuswantara Cup U12 2026 Disabet Line Up Diklat Persema Malang, Dastant!

Bahwa pada fitrahnya manusia menyukai kejujuran dan membenci kecurangan.

Jika menginginkan bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan diberkahi, maka kejujuran adalah kunci.

img_title Inilah Nama Anggota DPRD di Jatim yang Positif Narkoba Jenis Sabu & Ekstasi

Bagaimana agar setiap jengkal bidang kehidupan kita harus diisi oleh orang-orang yang jujur.

Ditanamkan kecintaan kepada kejujuran, dan membenci kecurangan.

Islam memandang kejujuran sebagai sesuatu yang sangat penting. Dan meletakkan kecurangan sebagai perbuatan yang sangat hina dan tentu saja berdosa.

“Celakalah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) Orang orang-yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta dicukupkan, dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain) mereka menguranginya” (QS. Al-Muthaffifin: 1-3).

Bahkan, pemimpin yang curang kepada rakyatnya diancam dengan diharamkan surga atasnya.

“Tidaklah seorang hamba yang Allah berikan kepemimpinan atas orang lain, lalu ia mati dalam keadaan berbuat curang terhadap orang-orang yang dipimpinnya, melainkan Allah akan mengharamkan atasnya surga.” (HR Muslim).

Sedangkan kejujuran dipandang sebagai kebaikan yang akan berbuah surga.

“Sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan menunjukkan kepada surga, dan sesungguhnya seorang laki-laki benar-benar telah jujur hingga ia di catat di sisi Allah sebagai orang jujur.

Sesungguhnya kebohongan itu menunjukkan kepada kedzaliman. Dan sesungguhnya kedzaliman itu menunjukkan kepada neraka, dan sesungguhnya seorang laki-laki telah berbuat dusta hingga ia di catat disisi Allah sebagai pendusta”.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang mengajarkan kejujuran.

Bagaimana tidak, seorang yang berpuasa Ramadhan berusaha menjaga kejujuran dalam menjalankan puasanya.

Ia dilatih untuk benar-benar menjaga dirinya dari hal-hal yang membatalkan puasanya.

Bahkan ketika tidak ada orang yang melihatnya. Dan ini dilakukan sebulan penuh.

Halaman Selanjutnya
img_title