7 Serial Korea Pilihan yang Mengangkat Isu Kesehatan Mental

Poster Drama korea My Sister
Sumber :
  • www.imdb.com

Drakor, VIVA Banyuwangi – Industri drama Korea telah mengalami evolusi signifikan, tidak lagi hanya berkutat pada tema romansa atau aksi semata. Kini, banyak serial yang berani mengeksplorasi isu-isu sosial dan psikologis yang lebih dalam, termasuk kesehatan mental. Pendekatan cerita yang emosional dan mendalam dalam drama-drama ini berhasil memotret perjuangan individu dalam menghadapi tantangan mental, memberikan pemahaman, serta sering kali menawarkan perspektif tentang proses pemulihan.

img_title olahan Rasa dan Resep Soto Betawi Daging Sapi Jakarta

Serial-serial ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi medium penting untuk meningkatkan kesadaran publik dan menumbuhkan empati terhadap isu kesehatan mental. Berikut adalah tujuh drama Korea yang mendapat pengakuan atas penggambaran isu mental health yang kompleks dan menyentuh:

1. It’s Okay to Not Be Okay (2020)

img_title Punch Needle Embroidery untuk Dekorasi Rumah & Cuan

Drama ini berpusat pada interaksi antara Moon Kang-tae, seorang perawat di bangsal psikiatri, dan Ko Moon-young, seorang penulis buku anak-anak dengan gangguan kepribadian antisosial. Serial ini mendalami trauma masa lalu yang dialami kedua karakter utama dan bagaimana hubungan mereka menjadi katalisator bagi penyembuhan emosional. Penggambaran yang unik terhadap kesehatan mental dan pentingnya dukungan dalam proses pemulihan menjadi poin kuat drama ini.

2. My Mister (2018)

img_title Meracik Sabun Estetik Anti-Alergi Skala Rumahan

Menampilkan Lee Ji-an, seorang perempuan muda yang bergelut dengan beban utang dan masa lalu yang traumatis, serta Park Dong-hoon, seorang pria paruh baya yang juga menghadapi kesulitan hidup. Drama ini dipuji karena potret realistisnya tentang depresi dan keputusasaan. Pesan utama yang disampaikan adalah kekuatan empati dan dukungan kecil dari orang lain yang bisa menjadi penopang bagi individu di titik terendah mereka.

3. Move to Heaven (2021)

Serial ini mengikuti kisah Han Geu-ru, seorang pemuda dengan sindrom Asperger, yang bersama pamannya menjalankan layanan pembersihan sisa barang milik orang yang telah meninggal. Drama ini menawarkan pandangan mendalam mengenai individu dalam spektrum autisme, menunjukkan bagaimana cara pandang yang unik dapat membantu mengungkap cerita-cerita yang belum tersampaikan dan memberikan makna pada kehidupan yang telah berlalu.

4. Sky Castle (2018-2019)

Menggambarkan kehidupan ambisius keluarga-keluarga kaya yang terobsesi pada kesuksesan akademis anak-anak mereka. Drama ini secara tajam mengkritik sistem pendidikan yang sangat kompetitif dan menyoroti dampak buruk tekanan akademis yang ekstrem terhadap kesehatan mental remaja. Serial ini mengajak pemirsa, khususnya orang tua, untuk merenungkan pentingnya keseimbangan mental dan emosional anak di tengah persaingan.

Halaman Selanjutnya
img_title