7 Makanan yang Terkenal Ekstrem di Dunia, Berani Coba?
- https://www.mashed.com/158543/the-untold-truth-of-balut/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Bagi sebagian orang, makanan adalah soal rasa dan kenikmatan. Namun, di berbagai belahan dunia, terdapat hidangan yang menantang batas keberanian dan selera. Dari telur embrio hingga keju dengan larva hidup, berikut adalah beberapa makanan ekstrem yang mencerminkan keberagaman budaya kuliner global.
1. Balut (Filipina)
Balut adalah telur bebek yang telah dibuahi dan dierami selama 14–21 hari, kemudian direbus dan dimakan langsung dari cangkangnya. Di Filipina, balut merupakan camilan malam yang populer dan kaya akan protein. Meskipun bagi sebagian orang tampak ekstrem, bagi masyarakat lokal, balut adalah bagian dari tradisi kuliner yang menggugah selera.
2. Hakarl (Islandia)
Hakarl adalah daging ikan hiu Greenland yang difermentasi dan dikeringkan selama beberapa bulan. Proses ini menghilangkan racun alami dalam daging hiu, menghasilkan aroma amonia yang kuat dan rasa yang tajam. Makanan ini merupakan warisan budaya Viking dan sering disajikan pada festival musim dingin di Islandia.
3. Sannakji (Korea Selatan)
Sannakji adalah hidangan yang terdiri dari potongan gurita hidup yang masih bergerak saat disajikan. Disajikan dengan minyak wijen dan biji wijen, sannakji menawarkan sensasi unik bagi penikmat kuliner ekstrem. Namun, konsumen harus berhati-hati karena tentakel yang masih aktif dapat menyebabkan tersedak jika tidak dikunyah dengan benar.
4. Surstromming (Swedia)
Surstromming adalah ikan herring Baltik yang difermentasi dan dikenal sebagai salah satu makanan terbau di dunia. Meskipun aromanya menyengat, hidangan ini merupakan bagian dari tradisi kuliner Swedia dan sering dinikmati dalam acara sosial. Biasanya disajikan dengan roti pipih, kentang, dan bawang.
5. Fugu (Jepang)
Fugu adalah ikan buntal beracun yang hanya boleh disiapkan oleh koki berlisensi di Jepang. Meskipun mengandung racun tetrodotoksin yang mematikan, fugu tetap menjadi hidangan mewah yang menggoda para petualang kuliner. Pengalaman menyantap fugu menggabungkan rasa lezat dengan ketegangan akan bahaya tersembunyi.
6. Casu Marzu (Italia)
Casu Marzu adalah keju khas Sardinia yang difermentasi dengan bantuan larva lalat keju (Piophila casei). Keju ini memiliki tekstur lembut dan rasa yang tajam. Meskipun dianggap ilegal di Uni Eropa karena alasan kebersihan, Casu Marzu tetap dikonsumsi oleh sebagian masyarakat lokal sebagai bagian dari tradisi kuliner.