10 Pekerjaan Paling Berisiko di Dunia dan Kompensasinya

Ilustrasi pekerja konstruksi dalam sebuah project
Sumber :
  • Freepik: @freepik

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Setiap pekerjaan menuntut dedikasi dan usaha, namun ada profesi-profesi tertentu yang risikonya jauh melampaui sekadar lelah atau stres. Bagi para pelakonnya, setiap hari adalah pertaruhan besar yang melibatkan keselamatan jiwa itu sendiri. Di negara-negara maju, besarnya risiko sering kali berbanding lurus dengan imbalan finansial yang diterima.

img_title Cara Membersihkan Cermin Hias Dinding Tanpa Merusak Lapisan Belakangnya

Artikel ini akan menyoroti deretan pekerjaan yang tercatat memiliki tingkat fatalitas (kematian akibat kecelakaan kerja) tertinggi di dunia, berdasarkan data dari Occupational Safety and Health Administration (OSHA).

Inilah daftar 10 pekerjaan paling berbahaya di dunia dan gambaran kompensasinya:

img_title Menjelajahi Dunia Virtual Lewat Game VR

1. Pekerja Perikanan dan Perburuan

Mereka adalah garda terdepan yang mengambil hasil alam langsung dari habitatnya, seringkali di lokasi yang terpencil dan sulit dijangkau seperti lautan lepas yang ganas, hutan belantara, atau rawa-rawa liar. Lingkungan kerja yang ekstrem ini membuat mereka sangat rentan terhadap ancaman serangan satwa liar atau kecelakaan di alam bebas. Tidak mengherankan jika angka kematian fatal di sektor ini mencapai 131,1 per 100.000 pekerja. Selain itu, aktivitas yang kadang bersinggungan dengan area konservasi juga bisa memicu konflik hukum. Rata-rata Gaji Global (Data BLS 2017): $28.530 per tahun (sekitar Rp382 juta saat itu).

img_title Suka Duka Mencari Suku Cadang Original Motor Klasik

2. Penebang Kayu

Berhadapan langsung dengan "raksasa" hutan, para penebang kayu menggunakan gergaji mesin dan alat berat lainnya untuk merobohkan pohon berukuran besar. Risiko tertimpa batang kayu yang masif, terluka oleh mesin, atau kecelakaan di medan yang sulit menjadikan profesi ini sangat mematikan. Tingkat kematian fatal mereka berkisar antara 91,7 hingga 97,6 per 100.000 pekerja. Lokasi kerja yang seringkali jauh dari fasilitas medis juga memperparah kondisi saat terjadi insiden. Rata-rata Gaji Global (Data BLS 2017): $49.540 per tahun (sekitar Rp785 juta saat itu).

3. Tukang Atap

Pekerjaan ini secara inheren menantang gravitasi. Para tukang atap bertugas memasang, memperbaiki, atau merawat atap bangunan, yang semuanya dilakukan di ketinggian signifikan. Jatuh dari ketinggian adalah penyebab utama cedera fatal di kalangan profesi ini. Tingkat kematian fatal untuk tukang atap tercatat sekitar 41 hingga 48,6 per 100.000 pekerja. Rata-rata Gaji Global (Data BLS 2017): $45.760 per tahun (sekitar Rp686 juta saat itu).

Halaman Selanjutnya
img_title