Cara Lumba-Lumba Berkomunikasi Satu Sama Lain
- https://i.natgeofe.com/n/510bbdb4-dd19-4f12-a615-b3fd01f4f97a/01-dolphin-brian-skerry-NationalGeographic_2221372.jpg
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Lumba-lumba bukan hanya hewan laut yang lucu dan pintar mereka juga makhluk sosial yang sangat cerdas dan penuh ekspresi. Meskipun mereka tidak mengatakan “halo” atau “apa kabar?” seperti manusia, lumba-lumba memiliki bahasa unik sendiri yang terdiri dari suara, gerakan tubuh, dan mungkin menurut beberapa ilmuwan komunikasi pikiran.
Dari siulan ceria hingga hentakan ekor dramatis, setiap gerakan dan suara punya makna. Mari kita selami bagaimana lumba-lumba berbicara satu sama lain di dunia bawah laut!
Bahasa Klik, Siulan, dan Gelombang Suara Ajaib
Meskipun tidak memiliki pita suara, lumba-lumba bisa ‘berbicara’ dengan sangat efektif. Mereka menggunakan kombinasi suara klik, siulan, dan gelombang ultrasonik berfrekuensi tinggi yang dihasilkan dari kantong udara di dekat lubang semburnya mirip speaker surround sound alami.
Klik digunakan terutama untuk ekolokasi, yaitu sistem sonar alami. Lumba-lumba mengirimkan suara klik, lalu mendengarkan gema yang memantul dari benda-benda di sekitar mereka. Dengan begitu, mereka bisa "melihat" dengan telinga untuk mengetahui letak, bentuk, dan jarak objek di bawah laut.
Sementara itu, siulan berfungsi sebagai alat komunikasi sosial. Setiap lumba-lumba memiliki siulan khas yang seperti nama mereka. Ketika terpisah dari kelompok, lumba-lumba lain akan memanggil mereka dengan siulan unik itu. Manis sekali, bukan?
Apakah Lumba-Lumba Saling Bicara?
Jawabannya: Ya, tapi tidak seperti manusia.
Mereka memang tidak berbicara dengan kata-kata, tetapi bisa menyampaikan informasi, perasaan, peringatan, dan sinyal sosial lainnya. Para ilmuwan telah mengamati pola dalam suara lumba-lumba, khususnya saat mereka berburu secara berkelompok atau bermain.
Suara bernada tinggi dan cepat bisa menandakan kegembiraan, sedangkan suara lambat dan dalam bisa berarti peringatan atau ajakan untuk tetap bersama kelompok.
Tiga Cara Mengejutkan Lumba-Lumba Berkomunikasi
1. Bahasa Tubuh
Lumba-lumba sangat mengandalkan bahasa tubuh. Misalnya, hentakan ekor ke permukaan air bisa menjadi sinyal bahaya atau peringatan. Dorongan lembut bisa berarti sapaan ramah, dan lompatan akrobatik sering kali menjadi pertunjukan sosial atau bisa juga cara berkata, “Lihat apa yang bisa aku lakukan!”