Kenali 6 Perilaku Buruk Anak dan Solusinya
- https://pixabay.com/id/photos/anak-laki-laki-berteriak-marah-6781192/
Viva Banyuwangi – Anak yang sehat, aktif serta sopan, dambaan setiap orang tua. Namun ada 6 perilaku buruk anak yang perlu dikenali dan segera diatasi.
Dilansir dari akun Instagram tiananuriyohana, berikut 6 perilaku buruk tersebut.
1. Suka Marah-Marah
Kebiasaan ini disebabkan kondisi tantrum karena anak belum dapat mengungkapkan keinginannya dengan baik dan benar.
Solusinya bersabarlah, jangan membalas dengan kemarahan. Ajak anak bicara dari hati ke hati, tanyakan apa maunya. Cara ini dapat memberi respon positif bagi anak.
2. Suka Memotong Pembicaraan
Jika dibiarkan berlarut, anak akan memiliki kebiasaan suka menyela pembicaraan orang lain.
Solusinya katakanlah bahwa ia harus bersabar menunggu orang lain sampai selesai bicara. Jika setelah dinasehati anak masih menyela pembicaraan, bersikaplah cuek.
3. Pura-Pura Tidak Mendengar
Ketika diminta melakukan sesuatu, anak tetap asyik menonton TV atau pura-pura tidak mendengar.
Solusinya ambillah perhatiannya saat berbicara. Misalnya dengan memanggil namanya atau menyentuh pundaknya, agar anak bertatap muka saat bicara. Jika masih bandel, segera matikan TV. Lakukan semuanya dengan tegas, bukan dengan marah.
4. Mengambil Milik Orang Lain Tanpa Izin
Kebiasaan ini perlu dikoreksi agar anak tidak menjadi suka bertindak semaunya.
Solusinya dengan menjelaskan bahwa hal tersebut membuat orang lain sedih atau marah. Ajarkan simpati, bagaimana kalau anak berada di posisi itu, pasti dia juga tidak suka.
5. Suka Berbohong
Kebiasaan suka berbohong dapat berisiko menjadi pathological liar saat dewasa, yaitu perasaan keren saat berbohong, menghindari tanggungjawab dan menghindari masalah.
Solusinya tegur anak secara pribadi. Jangan di depan umum. Ajak anak bicara berdua. Cari tahu kenapa ia berbohong. Berilah pengertian bahwa berbohong itu sikap yang buruk. Tanamkan nilai kejujuran pada anak.
6. Bersikap Tidak Sopan
Sikap ini membuat jengkel saat melihatnya. Apalagi jika ditambah dengan gestur tidak menyenangkan, seperti menutup telinga atau memeragakan gerak bibir orang lain.
Solusinya tunjukkan bahwa itu perilaku tidak sopan. Sikap tidak sopan itu tindakan tercela. Katakan dengan lembut dan terkesan tidak menyalahkan.
Mari mengajarkan perilaku yang baik dan benar sejak dini pada anak. Semua ajaran ini berguna untuk membentuk kepribdian dan kebiasaan yang baik pada anak.