5 Jenis Kain Pemicu Bau Badan
- https://pixabay.com/id/photos/vietnam-orang-vietnam-hanoi-5355749/
Viva Banyuwangi – Bau badan timbul dari keringat di tubuh. Kemunculan keringat bisa disebabkan oleh faktor cuaca, jenis makanan yang kamu santap dan bahan pakaian yang kamu pakai.
Dilansir dari hipwee.com, ternyata beberapa jenis kain memang susah menyerap keringat sehingga susah kering. Akhirnya keringat menempel pada tubuh dan pakaian, yang menimbulkan bakteri penyebab bau badan.
Berikut ini 5 jenis kain yang memicu bau badan menurut deoda.id dan hipwee.com.
1. Polyester
Kain polyester sifatnya tipis dan elastis. Namun daya serapnya sangat rendah terhadap keringat. Akibatnya keringat susah kering dan menempel di pakaian. Kaus jersey yang banyak digunakan untuk olahraga atau kegiatan di luar ruangan, menggunakan jenis kain polyester.
2. Nylon
Nylon terbuat dari serat sintetis tanpa campuran serat alami sedikit pun. Daya serapnya sangat rendah. Permukaannya agak glossy. Nylon paling baik digunakan untuk bahan pakaian renang, karena sifatnya yang sulit menyerap air, sehingga lebih ringan saat bergerak di dalam air. Nylon juga banyak digunakan sebagai kaos partai.
Sifat nylon sangat tipis namun sangat panas saat dikenakan. Jadi nylon sulit menyerap keringat dan justru menimbulkan banyak keringat. Akibatnya bau badan sulit hilang.
3. Satin Chlarissa
Berbeda dari satin velvet, satin sutera, dan satin damask, satin clarissa sifatnya kaku, tebal, dan sulit menyerap keringat. Umumnya satin ini untuk membuat rok balon atau rok tutu yang bisa mengembang dan kaku. Satin clarissa juga banyak digunakan untuk dekorasi ruangan.
4. Sifon
Teksturnya ringan dan transparan. Biasanya lebih tipis dan licin. Permukaannya berkilau dan mudah robek. Tenunan kain sifon yang longgar dan polos membuatnya mengalir dan menjuntai dengan baik. Membuat penampilan tetap lembut. Jika digunakan menempel pada kulit karena tidak bisa menyerap keringat. Sifon umumnya digunakan sebagai dress dan scarf.
5. Krepe
Teksturnya berkerut seperti kulit jeruk atau pasir karena proses penenunan yang unik. Sifat kainnya mudah rapuh. Bersifat lentur, fleksibel dan tidak kaku. Kurang menyerap keringat dan bisa membuat tubuh berkeringat, terutama di daerah ketiak.