7 Ciri Avoidant Attachment Perlu Dihindari dalam Hubungan

Avoidant attachment menghindari konflik dengan pasangan
Sumber :
  • https://id.pinterest.com/pin/309763280637844616/

Viva Banyuwangi – Avoidant attacment adalah gaya keterikatan seseorang yang cenderung menghindari kedekatan emosional dan tidak suka keintiman. Seseorang dengan lifestyle ini terlihat mandiri, namun sebenarnya memiliki ketakutan pada kedekatan maupun ketergantungan.

img_title HMI Banyuwangi Dorong Tes Rambut Lengkapi Pemeriksaan Urine DPRD Banyuwangi

Sangat penting mengetahui ciri-ciri avoidant attacment sebelum menjalin hubungan, sebab lifestyle ini bisa mempengaruhi hubungan. Berikut adalah beberapa ciri seseorang memiliki gaya avoidant attacment yang perlu diketahui.

1.     Tidak Nyaman dengan Kedekatan Emosional

img_title Best Goal Keeper Nuswantara Cup U12 2026 Disabet Line Up Diklat Persema Malang, Dastant!

Seseorang dengan ciri avoidant attacment kesulitan untuk dekat dan percaya pada orang lain. Ada cukup banyak pertimbangan maupun konsekuensi yang dihadapi sehingga dapat diterima oleh dirinya sendiri maupun pasangannya.

Seseorang dengan gaya keterikatan ini tidak nyaman dan berusaha menarik diri jika ada yang berusaha mendekati secara emosional. Meski demikian, seorang avoidant sebenarnya bisa menyayangi pasangannya, namun perlu waktu dan usaha kedua pihak agar hubungan berhasil.

img_title Cegah Kecelakaan, 7 Perlintasan Kereta di Kota Probolinggo Dapat Penjagaan Ekstra

2.     Tidak Menyukai Keintiman

Seorang dengan avoidant attacment style biasanya tidak suka keintiman seperti kontak fisik dan menghindari kontak mata. Avoidant juga biasanya tidak suka dan merasa perlu menjauh dari orang lain, termasuk pasangan yang mengungkapkan kebutuhannya pada mereka.

3.     Tidak Mau Mengekspresikan Perasaan

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang memiliki avoidant attacment personality bisa, salah satunya terbiasa dengan penolakan terhadap emosinya. Hal ini akhirnya berdampak pada sikap menutup diri dan sulit mengekspresikan perasaan.

Avoidant selalu memiliki pikiran negatif sehingga merasa takut menunjukkan perasaannya dan memilih menutup hati. Hal ini pada akhirnya membuat orang dengan gaya keterikanan ini  kesulitan untuk percaya dan mengandalkan orang lain.

Meskipun terkadang tertutup, tidak nyaman dengan emosi sendiri dan sulit dimengerti, namun avoidant juga bisa luluh seiring berjalannya waktu. Pasangan perlu memberikan keyakinan sehingga muncul rasa percaya dan keterbukaan hati.

4.     Tidak Mau Begantung dengan Orang Lain

Seorang avoidant memiliki kebiasaan untuk mandiri dalam berbagai hal dan mengupayakan semuanya sendirian. Sifat tidak mau bergantung pada orang lain ini justru yang pada akhirnya memunculkan permasalahan dalam menjalin hubungan.

Saat terjadi konflik, avoidant akan lebih memilih menjauh dan mencari jalan keluar sendiri daripada menyelesaikan dengan pasangan dengan bertukar pikiran. Padahal avoidant attacment relationship ini bisa menimbulkan kesalahpahaman terhadap pasangan.

5.     Kesulitan Membaca Emosi

Tidak hanya menghindari konflik, seorang avoidant biasanya kurang bisa membaca keadaan emosional pasangan, apalagi jika sudah mengalami stres. Hal ini membuat seseorang dengan gaya keterikatan ini kesulitan mengartikan kata-kata atau perilaku pasangan di tengah konflik.

6.     Membohongi Diri Sendiri

Seorang avoidant biasanya menyangkal jika sebenarnya membutuhkan keintiman agar hubungan lebih sehat. Meskipun membutuhkan keamanan dan cinta dari hubungan, namun mereka terlalu takut terluka sehingga membuat validasi palsu dan membohongi diri sendiri.

7.     Menghindari Hubungan Jangka Panjang

Bagi seorang avoidant, hubungan kasual terasa lebih nyaman daripada hubungan jangka panjang atau intim. Orang dengan kepribadian ini akan mencari pasangan yang mandiri, jarak jauh, dan menjaga jarak emosional.

Tentu ada dampak avoidant attacment ini, yaitu adanya hubungan toxic yang akan merugikan mental kedua belah pihak. Oleh sebab itu, perlu adanya keyakinan pada seorang avoidant agar tidak terlalu lama menjadin hubungan kasual sehingga kesehatan mental lebih terjaga.

Avoidant attacment merupakan kepribadian seseorang yang menghindari kedekatan emosional maupun keintiman. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri kepribadian ini sehingga bisa menjalin hubungan lebih sehat.