Oleh-Oleh yang Wajib Dibeli Saat Berkunjung Ke Wonogiri
- https://www.libur.co/wp-content/uploads/2020/12/Keripik-Tempe-Benguk.jpg
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Berkunjung dan menghabiskan waktu liburan ke Wonogiri, rasanya belum lengkap jika tidak membawa oleh-olehnya. Beragam jajanan legendaris dengan sebagian besarnya dibuat secara tradisional bisa dijadikan sebagai buah tangan untuk keluarga maupun kerabat.
Wonogiri menawarkan pilihan oleh-oleh yang unik dan jarang ditemukan di daerah lain. Mulai dari yang bercita rasa manis, hingga asin dan pedas ada semua di Wonogiri. Selain rasanya yang nikmat, cerita dibalik kuliner yang sarat akan kebudayaan khas Wonogiri serta harganya yang terjangkau dapat dengan mudah ditemui di pasar tradisional Wonogiri maupun toko oleh-oleh lokal.
Berikut adalah rekomendasi oleh-oleh yang bisa Anda bawa setelah mengunjungi Wonogiri.
1. Sambal Cabuk
Sambal Cabuk adalah kuliner sambal khas Wonogiri yang berwarna hitam dan kini sudah mulai langka. Sambal ini bisa berwarna hitam karena bahan dasarnya menggunakan biji wijen hitam, dengan campuran londo atau bubuk hitam dari daun pisang yang dibakar lalu dilarutkan dengan air, serta beragam bumbu-bumbu rempah dan cabai.
Makanan tradisional ini sering dibungkus dengan daun pisang dan biasa disajikan sebagai lauk pauk nasi atau tiwul, dan memiliki rasa pedas, gurih, dan manis yang khas. Proses pembuatannya yakni dengan menyangrai biji wijen hitam kemudian dihaluskan, lalu dicampur dengan londo dan bumbu-bumbu rempah yang dihaluskan, kemudian dibungkus daun pisang dan dibakar di atas bara hingga agak kering.
2. Geti Wijen
Geti wijen, sesuai dengan namanya, kuliner ini berbahan dasar wijen yang disangrai, lalu dicampur dengan adonan jenang atau dari gula jawa yang dicairkan. Rasanya manis dan gurih, serta ada sedikit pedas dari jahe sehingga aromanya semakin khas.
Kuliner tradisional ini merupakan camilan hasil produksi rumahan sejak tahun 1950-an. Nama Geti sendiri berasal dari istilah jawa yakni “digeget kroso ning ati” atau “digigit terasa di hati” yang mencerminkan sensasi rasa yang kuat dan membekas. Geti wijen biasa disajikan sebagai hidangan dalam hajatan atau acara keluarga dan bisa menjadi salah satu oleh-oleh untuk wisatawan dari luar daerah karena makanan ini bisa tahan lama hingga 2 bulan.