Cuka Dapur Ternyata Bisa Bersihkan 10 Benda Ini!
- https://cdn.pixabay.com/photo/2019/10/08/10/14/vinegar-4534608_1280.jpg
Viva Banyuwangi – Tak hanya sebagai bahan penyedap rasa, cuka dapur ternyata punya kemampuan luar biasa sebagai pembersih alami. Kandungan asam asetat dalam cuka terbukti efektif melawan bakteri, jamur, dan noda membandel. Penelitian oleh National Sanitation Foundation menyebutkan bahwa cuka 5% dapat membunuh hingga 80% mikroorganisme di permukaan benda (NSF, 2013).
Berikut 10 benda rumah tangga yang bisa dibersihkan dengan cuka:
1. Kaca Jendela
Cuka membantu mengangkat debu dan sidik jari pada kaca. Campurkan cuka dan air dengan perbandingan 1:1, semprotkan, lalu lap dengan kain microfiber.
2. Keran Dapur dan Kamar Mandi
Keran bisa berkerak karena endapan mineral. Rendam lap dengan cuka, tempelkan selama 15–30 menit, lalu gosok hingga bersih.
3. Microwave
Uap cuka memudahkan pembersihan noda makanan yang menempel. Panaskan campuran cuka dan air di microwave selama 5 menit, lalu lap bagian dalamnya.
4. Panci Gosong
Cuka bisa menghilangkan kerak hitam di dasar panci. Rebus campuran cuka dan air di dalam panci, lalu sikat dengan spons.
5. Kulkas
Cuka membantu membersihkan dan menghilangkan bau tak sedap. Gunakan larutan cuka untuk menyeka seluruh bagian dalam kulkas.
6. Talenan Kayu
Cuka bisa menetralkan bau dan membunuh bakteri pada talenan. Cukup siramkan cuka dan gosok dengan garam kasar.
7. Lantai Keramik
Cuka bisa menggantikan pembersih lantai berbahan kimia. Campur cuka dan air hangat lalu pel seperti biasa.
8. Shower Head
Endapan kapur di kepala shower bisa larut dengan cuka. Rendam semalaman dalam kantong berisi cuka.
9. Setrika
Cuka bisa menghilangkan kerak dari lubang uap setrika. Bersihkan bagian bawahnya dengan campuran cuka dan baking soda.
10. Mainan Anak
Cuka aman untuk mainan berbahan plastik. Lap dengan campuran air dan cuka agar bebas dari kuman tanpa residu kimia.
Cuka putih adalah solusi ramah lingkungan dan hemat biaya untuk berbagai keperluan kebersihan rumah. Namun, hindari penggunaannya pada permukaan batu alam seperti marmer atau granit karena bisa merusak permukaan (Whitehead & Jackson, 2020).