Belajar Menulis Dari 5 Penulis Dunia
- https://www.pexels.com/id-id/foto/tumpukan-buku-159866/
Kafka menyitir sebuah kalimat yang menyiratkan serangga dalam novel gubahan Fyodor Dostoevsky Catatan Dari Bawah Tanah. Kafka kemudian memolesnya sedemikian rupa. Dalam hal ini, jangan sepelekan nukilan. Nukilan penting memperkaya tulisan maupun imaji di dalam cerita.
4. Herman Hesse (1877-1962)
Kepiawaian Herman Hesse diacungi jempol ketika menyelipkan makna beraroma psikologis dalam novelnya. Salah satu karyanya antara lain; Siddharta dan Stephenwolf sarat dengan makna yang melibatkan penalaran akan yang ‘ada’ dan ‘sadar’. Persahabatan Hesse dengan C.G Jung seorang psikolog ternama dunia ini, membikin keduanya salah bertukar tafsir tentang ranah psikologi. Syahdan, pertukaran gagasan dengan kelompok atau orang kepercayaan menambah kaya karya seorang penulis, seperti Hesse dan Jung.
5. Nadine Gordimmer (1923-2014)
Sastrawati asal Afrika Selatan ini, mendapatkan penghargaan nobel pada 1991. Karyanya banyak menceritakan tentang kuasa dan pembebasan. Edwars W. Said memuji kepiawaian Nadine dalam menyisipkan fakta-fakta dalam karya sastranya. Karyanya yang berlatar belakang perlawanan terhadap Apertheid menyuguhkan informasi dan kelayakan seorang Nadine menyandang penghargaan Nobel.
Melalui beberapa tokoh itu, kita dapat mempelajari sekilas bagaiman proses kreatif yang mereka lakukan. Bagi Arswendo Atmowiloto, menulis itu gampang, akan tetapi proses dan ketekunanlah yang acap kali mengundang nyali.