Tak Sekadar Tarian, Ini Makna Tersembunyi di Balik Gandrung Banyuwangi

Festival Gandrung Sewu dalam upaya melestarikan budaya daerah.
Sumber :
  • https://www.yukbanyuwangi.co.id/update-terkini-jadwal-gandrung-sewu-2024-yang-wajib-dicatat.html

Gaya Hidup, VIVA BanyuwangiTari Gandrung mungkin tampak seperti pertunjukan biasa. Namun, di balik gerakannya yang luwes, kostumnya yang semarak, dan wajah-wajah yang tersenyum, tersimpan sebuah tradisi yang kaya dan makna yang mendalam. Tarian tradisional Banyuwangi ini bukan hanya sekedar pertunjukan, tapi juga merupakan representasi dari cinta, kesuburan, dan perlawanan terhadap penjajah.

img_title Memulai Hobi Mendaki? Ini Peralatan yang Wajib Kamu Bawa

Kata “Gandrung” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti ‘terpesona’ atau “tergila-gila”. Dalam konteks dalam tarian ini, istilah ini menggambarkan suasana hati seseorang dalam mencintai dan memuja Dewi Sri dewi kesuburan dalam mitos pertanian masyarakat Jawa dan Bali. Awalnya, Tari Gandrung adalah ritual yang lebih khusus untuk memberikan rasa syukur kepada Dewi Sri atas hasil panen yang melimpah.

Namun, seiring berkembangnya zaman, Tari Gandrung bertransformasi. Tidak lagi hanya sebagai persembahan spiritual, Tari Gandrung menjadi sebuah bentuk hiburan rakyat yang ditampilkan dalam berbagai acara, mulai dari pesta panen, festival desa, hingga resepsi pernikahan. Hingga saat ini, Tari Gandrung menjadi penyambutan tamu di berbagai acara resmi di Banyuwangi, baik nasional maupun mancanegara.

img_title Rahasia Lolos Beasiswa Unggulan Kemendikbud 2026, Dari Esai hingga Wawancara

Tarian ini merupakan tarian yang unik karena penggunaannya di masa lalu. Tarian ini digunakan oleh suku Osing, suku asli Banyuwangi untuk melawan penjajahan Belanda. Melalui pertunjukan yang terlihat aktif dan spontan, pesan-pesan inspiratif dan juga sindiran halus yang ditujukan kepada para penjajah tersampaikan. Tarian ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengekspresikan diri dan kesadaran nasional secara tidak langsung tanpa harus menentang kekuasaan kolonial secara terbuka.

Hal lain yang membuat Tari Gandrung menarik adalah cara pertunjukannya yang performatif. Sang penari, seorang wanita yang biasa disebut “gandrung”, akan menari dengan membawa kipas dan selendang, lalu mengajak para pria penonton untuk ikut menari. Interaksi ini tidak semata-mata terjadi untuk hiburan, tetapi juga menangkap budaya sosial masyarakat Banyuwangi yang penuh keakraban, kerja sama, dan keterbukaan.

img_title Cara Membuat Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah, Wangi dan Ramah Lingkungan

Secara musikal, Tari Gandrung ditarikan dengan iringan musik tradisional yang diiringi alat musik tradisional seperti kendang, gong, biola, dan saron. Penggabungan biola dalam komposisi musik tradisional ini membuat tarian ini berbeda dari tarian Jawa Timur lainnya. Alunan musiknya sendiri energik namun tenang, memberikan suasana yang tenang namun bersemangat.

Halaman Selanjutnya
img_title