Kepikiran Dia Terus? Bisa Jadi Bukan Cinta, Tapi Erotomania
- https://www.freepik.com/free-photo/cheerful-young-man-with-balloons-street_1545537.htm
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Kamu pernah merasa seseorang diam-diam mencintaimu padahal nggak pernah ngobrol? Atau kamu yakin si dia ngasih “kode keras” cuma dari tatapan atau postingan story? Wah, hati-hati ya, itu bisa jadi bukan cinta biasa, tapi gejala yang disebut erotomania.
Fenomena ini bahkan jadi inspirasi di banyak lagu dan cerita fiksi. Band seperti The Police sampai Mariah Carrey pernah menyentuh tema obsesi sepihak pada orang lain. Tapi kalau perasaan itu makin intens dan bikin kamu yakin 100% bahwa dia mencintaimu, padahal sebenarnya tidak, itu udah masuk ke wilayah psikologis yang lebih serius.
Erotomania adalah gangguan delusi di mana seseorang percaya bahwa orang lain diam-diam jatuh cinta padanya. Biasanya, “objek cinta” ini adalah orang terkenal, atasan, atau bahkan orang asing yang tidak benar-benar kenal dekat. Dalam dunia psikologi, kondisi ini masuk dalam kategori Delusional Disorder tipe Erotomanik menurut DSM-5.
Ini bukan sekadar cinta sepihak saja lho! Seseorang dengan erotomania bisa membangun skenario lengkap dalam pikirannya. Contohnya, si dia ngasih kode lewat lagu, cara duduk, bahkan arah tatapan. Padahal semua itu tidak ada hubungannya.
Ciri-Ciri Erotomania yang Perlu Diwaspadai!
- Merasa dicintai diam-diam, tanpa bukti nyata.
- Sering menyalahartikan tindakan netral sebagai tanda cinta.
- Terus menghubungi atau mencari tahu tentang “pasangan”-nya.
- Mudah tersinggung kalau orang tersebut dekat dengan orang lain.
- Sulit menerima kenyataan meski sudah ada penolakan.
Secara umum, kadang orang menyebut ini “halu”, tapi sebenarnya bisa jadi gejala psikologis yang butuh perhatian lebih.
Beda Erotomania dengan Cinta Sepihak
Cinta sepihak masih dilandasi kenyataan, bahwa kita tahu cinta itu belum tentu dibalas. Tapi pada erotomania, perasaan itu sudah berubah jadi keyakinan yang tidak bisa digoyahkan, bahkan saat fakta berkata sebaliknya.
Orang yang mengalami erotomania sering merasa frustasi dan kecewa karena “cinta” mereka tak berjalan sesuai imajinasi dan keinginan. Tapi karena mereka tidak menyadari ini delusi, bisa jadi mereka malah menyalahkan pihak lain dan berakhir menjadi obsesi tiada henti.