Mengenal Lebih Dekat Kucing Air, Kucing Langka dan Jago Memangsa
- https://id.wikipedia.org/wiki/Kucing_bakau
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Bayangan kita mengenal kucing pastinya akan menyasar kepada tampilannya yang lucu dan uniknya sering bermalas-malasan melentangkan tubuh berjam-jam. Namun tidak dengan kucing satu ini. Adalah kucing air.
Di Indonesia hewan ini dikenal sebagai kucing congok atau bakau. Ia biasanya dapat kepergok di sela-sela tanah, sambil mengendap-endap siap menyergap mangsanya.
Di India kucing ini bernama bagh dasha, sedangkan di Pakistan dijuluki sebagai mach billi, kyaung ta nga di Myanmbar. Nama latinnya ialah Felis Viverrina. Meski badannya mungil seperti kucing-kucing rumahan, kucing air beringas dan terkenal sebagai pemburu handal. Ya, bisa dikata kucing ini –kecil-kecil cabe rawit.
Meski hampir mirip dengan kucing rumahan, kucing air memiliki bobot dan perawakan lebih besar daripada kucing rumahan. Beratnya sekitar 5,5 kg sampa 10 kg. Betinanya berukuran lebih kecil daripada jantan. Badannya pendek, panjangnya 57-58 cm.
Kepiawaian kucing ini sebagai pemburu, orang Inggris menyebutnya sebagai fishing cat. Sekali lagi, kucing ini tidak takut air seperti kucing-kucing rumahan. Di pinggir kali yang menderas gemercik airnya itu, kucing air gemar memakan ikan, ia mengendap-endap menilik ikan-ikan kurang waspada. Kendati uniknya kucing air ini, Berikut ulasan unik kucing air yang perlu kita ketahui:
1. Pemangsa Handal
Kucing air merupakan karnivora. Badannya yang kecil mempermudah dirinya untuk menyelip di sela-sela pepohonan ataupun ilalang. Tubunya yang berkelir galibnya menyerupai tanah ini, seperti kamuflase yang mengelabuhi mangsa. Kucing sering kali menangkap burung, ikan, tikus, babi hutan, garangan, hingga kodok. Ia juga memakan sisa-sisa dari santapan harimau yang tak habis, seperti Hyena.
2. Penjelajah Tangguh
Tubuhnya yang seukuran kucing-kucing rumahan itu, bukan berarti ia gemar bermalas-malasan. Kucing air jantan mampu melakukan lawatan ke beberapa tempat hingga berjarak 22 Km persegi. Sedangkan untuk betinanya, mampu berjalan dari 4-8 km persegi. Di samping itu, kucing air juga mampu hidup di ketinggan 1.525 mdpl di Himalaya.
3. Tersebar di Asia Selatan dan Tenggara
Dahulu kucing ini gampang ditemui di daratan Asia Tenggara dan Selatan. Meski persebarannya tidaklah merata. Di China, mayoritas tidak ditemui, kecuali di perbatasa Vietnam atau Yunan. Di Malaya kucing ini sempat terpotret pada akhir 1967. Sedangkan di Asia Selatan, Kucing Air kerap ditemui pada pinggir Sungai Gangga, Bramaputra, hingga di ketinggan seribu meter di atas permukaan laut dataran pegunungan Himalaya.