Jostein Gaarder, Membaca Kerusakan Lingkungan dari Novel Anna

Jostein Gaarder Penulis Dunia Anna
Sumber :
  • https://www.abc.es/cultura/jostein-gaarder-autor-mundo-sofia-leer-filosofia-20220928184228-nt.html

Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Kerusakan lingkungan dan krisis iklim tak putus-putusnya jadi bahan diskusi. Menampik rusak dan mempertahankan alam tetap lestari ialah muara dari pendiskusian. Perdebatan acap kali meluncur dengan deras mempertanyakan sikap dan masa depan alam penuh misteri.

img_title SUV Mewah Termahal dengan Interior Bertabur Berlian dan Kulit Asli

Tak hanya itu, kadang pula meletup kuldesak ketika manusia yang dibekali akal nan cerdik itu, ternyata menjadi penyumbang, rusaknya hutan gambut menjadi kubangan-kubangan.

Jostein Gaarder penulis asal Norwegia menyigi terkait lingkungan. Melalui Novelnya berjudul ‘Dunia Anna’, Jostein Gaarder mengajak pembaca untuk merenung kemudian menilik kondisi lingkungan sekitar. Spesies-spesies langka yang mulai tak nampak hidungnya, kutub yang meleleh dan bumi yang digambarkan hijau beserta gemercik air kalinya yang menawan berubah tak lagi menarik.

img_title Titanium dan Serat Karbon, Rahasia Motor Listrik Premium

Gaarder yang piawai dalam kepenulisan novel beraroma filsafat itu pernah diganjar sebagai penulis yang bukunya laris serta diterjemahkan ke dalam 50 bahasa. Dunia Shopie, Dunia Anna, Misteri Soliter dsb. Gaarder seorang perenung ulung. Renungannya tersirat ke dalam novel-novelnya, agar pembaca menyelami apa yang dipikirkan Gaarder mengenai semesta.

Novel Beraroma Filsafat

img_title Supercar Limited Edition, Mengapa Harganya Terus Naik?

Dunia Anna turut pula menyuguhkan gagasan falsafati menjurus semesta. Tokoh utama bernama Anna/Nova ini, mengalami kegundahan luar biasa tat kala merenungi kerusakan iklim. Kegundahan yang terus membayang-bayangi membisiki Anna untuk berkunjung ke psikiater. Walakin, Psikiater tak menemukan masalah dalam diri Anna. Ketika bertatapan muka, sang Psikiater bertanya kepada Anna. “Apa yang kamu masalahkan Anna?” Ujar Psikiater. “Pemanasan Global.” Jawab Anna percaya diri.

Jostein Gaarder menggambarkan Anna yang hidup dalam latar waktu abad ke-20 awal. Anna memiliki rasa ingin tahu tentang lingkungan dan semesta. Kamarnya dipenuhi dengan foto dan materi kliping lingkungan. Disitulah Anna mendapatkan pengetahuan menyoal lingkungan. Kemudian ia membandingkan kondisi alam yang silam, kini hingga masa depan yang selalu menaruh tanya.

Renungan Tentang Kelestarian Alam

“Apakah Dokter menyadari berapa miliar ton karbondioksida yang telah dilepaskan manusia di atmosfer selama sepuluh tahun terkahir ini?”

Karbondioksida berpengaruh kepada lingkungan. Gas buang yang dihasilkan oleh aktivitas pembakaran senyawa kimia itu membuat Anna bergemin. Pasalnya setelah senyawa itu hadir, beberapa komponen seperti mesin pabrik pemintal yang menghidupi ribuan pekerja, bus-bus sekolah yang bergerak mengantarkan pencari ilmu dan masih banyak lagi.

Halaman Selanjutnya
img_title