Cara Bikin Portofolio Online yang Menarik HRD
- https://www.linkedin.com/business/talent/blog/talent-acquisition/what-hiring-managers-are-looking-for-in-2024
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Ingin tahu cara bikin portofolio online yang menarik HRD? Di era digital ini, portofolio jadi kunci buat menunjukkan kemampuan, terutama buat kamu yang kerja di bidang kreatif, komunikasi, desain, atau konten. Tapi bikin portofolio nggak sekadar numpuk hasil kerja, kamu perlu tahu apa yang dicari HRD.
Yuk, simak cara bikin portofolio online yang nggak cuma keren, tapi juga profesional dan meyakinkan!
Kenapa Portofolio Online Penting?
Berdasarkan data dari Format.com, lebih dari 70% perekrut menilai portofolio online sebagai elemen krusial dalam proses rekrutmen, khususnya di industri kreatif dan digital. Bahkan, 86% perekrut akan langsung melihat portofolio yang disertakan dalam lamaran, dan 71% menyatakan bahwa kualitas portofolio berpengaruh besar terhadap keputusan perekrutan.
Portofolio online memberi kesan profesional sekaligus memudahkan akses bagi siapa pun yang ingin melihat hasil karya kita. Ini jadi cara efektif untuk menunjukkan keahlian, gaya, dan pengalaman kerja secara visual—tanpa perlu banyak menjelaskan.
Punya portofolio online bikin kamu lebih mudah ditemukan dan diakses kapan saja. Apalagi kalau kamu freelancer, desainer, content creator, atau fresh graduate yang baru mulai melamar kerja.
Tips Bikin Portofolio Online yang Menarik HRD
1. Pilih Platfrom yang Tepat
Gunakan platform yang sesuai dengan kebutuhan dan bidangmu. Untuk tampilan visual yang rapi dan profesional, situs seperti Wix, Weebly, dan Adobe Portfolio sering direkomendasikan oleh berbagai sumber teknologi. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan Notion, Canva, atau bahkan LinkedIn untuk membangun portofolio digital yang praktis dan mudah diakses. Pilih yang paling nyaman dan mendukung jenis karya yang ingin kamu tampilkan.
2. Tampilkan Karya Terbaik dan Relevan dalam Portopolio Online
Rekruter cenderung lebih tertarik pada 3–5 contoh proyek terbaik yang relevan dengan posisi yang kamu lamar. Pastikan setiap karya dilengkapi konteks: apa masalahnya, peran apa yang kamu ambil, dan seperti apa hasil akhirnya. Buat penjelasan singkat tapi kuat agar portofolio online kamu tidak hanya menarik, tapi juga mudah dipahami. Ini akan meningkatkan kredibilitas dan daya tarik di mata perekrut.