Berapa Jam Tidur yang Ideal? Ini Jawaban Ilmiahnya
- https://www.freepik.com/free-photo/woman-sleeping_15181005.htm
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Tidur bukan sekadar menutup mata ia adalah waktu bagi tubuh dan otak untuk melakukan banyak pekerjaan penting: memperbaiki jaringan, menyimpan memori, serta menyeimbangkan hormon. Namun, jumlah tidur yang optimal ternyata tidak sama untuk semua orang setiap tahapan usia memerlukan porsi yang berbeda.
Dari Bayi hingga Remaja: Waktu Tidur yang Menurun Seiring Usia
Pada masa kelahiran, bayi bisa tidur hingga 14–17 jam per hari untuk mendukung pertumbuhan cepat otak dan tubuh. Begitu beranjak menjadi bayi tua (4–12 bulan), mereka masih membutuhkan 12–16 jam, termasuk tidur siang.
Saat memasuki masa balita dan prasekolah, durasi tidur mulai berkurang menjadi 11–14 jam dan 10–13 jam per hari. Anak sekolah usia 6–12 tahun idealnya tidur 9–12 jam, sedangkan remaja (13–18 tahun) dianjurkan tidur 8–10 jam setiap malamnya.
Dewasa dan Lansia: Tetap Butuh Tidur Tapi Lebih Ringan
Bagi orang dewasa usia 18–64 tahun, tidur selama 7–9 jam per malam dianggap ideal untuk menjaga energi, konsentrasi, dan kesehatan jantung. Tentunya, rentang ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan individu beberapa orang bisa merasa segar hanya dengan 7 jam, sementara yang lain mungkin butuh mendekati 9.
Setelah usia 65+, kebutuhan tidur cenderung stabil di 7–8 jam per malam. Namun, lansia kerap mengalami gangguan tidur ringan: tidur jadi lebih terfragmentasi dan mudah terbangun .
Mengapa Jumlah dan Kualitas Tidur Sama Penting
Tidak cukup hanya dengan menghitung jam tidur kualitasnya juga penting. Menurut WHO dan Kemenkes, tidur dianggap sehat apabila:
- Mudah tertidur dalam waktu sekitar 30 menit,
- Jarang terbangun di malam hari,
- Dan bisa bangun pagi dengan segar kembali.
Untuk orang dewasa, sekitar 1,5–2 jam deep sleep dibutuhkan setiap malam agar tubuh dan otak benar-benar “diservis”. Selain itu, deep sleep berperan penting dalam memperbaiki sel dan memperkuat sistem imun.
Resiko Tidur Kurang dan Berlebihan
Kurang tidur kronis kurang dari 7 jam per malam dapat menyebabkan:
- Penurunan daya ingat dan konsentrasi,
- Kenaikan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, serta kecelakaan.
Sedangkan tidur terlalu lama (lebih dari 9–10 jam) secara rutin juga tak ideal: dapat memicu masalah kesehatan seperti gangguan jantung dan penurunan kualitas hidup.