12 Geopark Indonesia Mendunia, Terbanyak Ada di Jawa
- https://www.pexels.com/photo/children-celebrating-in-rice-fields-near-cimarinjung-waterfall-32343703/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Indonesia memiliki bentang alam yang sangat beragam, salah satunya geopark. Geopark merupakan kawasan yang memiliki unsur geologi, konservasi, edukasi dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Keberadaan geopark tidak hanya memperkenalkan keunikan bentang alam, seperti danau vulkanik, kawah aktif, dan formasi karst, tetapi juga mengangkat nilai-nilai budaya lokal serta kearifan masyarakat setempat. Melalui geopark, Indonesia tidak hanya menjaga warisan bumi, tetapi juga membuka jalan bagi ekonomi lokal di masa mendatang.
Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai negara kaya warisan alam dan budaya dengan pengakuan 12 Geopark yang resmi masuk dalam jaringan UNESCO Global Geoparks pada tahun 2025. Pengakuan ini tidak hanya menyoroti keunikan geologi, tetapi juga keindahan alam dan kekayaan budaya yang melekat di setiap kawasan geopark.
Lalu, dimana saja lokasi 12 geopark tersebut? Berikut ulasannya.
1. Geopark Batur (Bali)
Terkenal dengan kaldera Gunung Batur dan danau yang membentuk lanskap vulkanik khas Pulau Dewata. Selain keindahan alam, budaya masyarakat sekitar juga sangat kental. Diperkirakan, kawasan ini terbentuk pada 29.000 tahun yang lalu. Geopark Batur menjadi yang diakui UNESCO pada tahun 2012,
2. Geopark Gunung Sewu (Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur)
Menampilkan bentang alam karst tropis yang terbentuk jutaan tahun lalu. Geopark ini kaya akan goa dan formasi batuan unik. Geopark Gunung Sewu memiliki bentang alam karst tropis yang luas dengan goa-goa bawah tanah dan sungai bawah tanah. Kawasan ini juga kaya akan situs prasejarah dan budaya masyarakat agraris. Diakui UNESCO pada 2015,
3. Geopark Ciletuh-Palabuhanratu (Sukabumi, Jawa Barat)
Ciletuh menyimpan jejak geologi yang diperkirakan berusia 65 juta tahun dengan air terjun memukau dan pantai yang indah sebagai daya tarik utama. Luas kawasan ini mencapai 128.000 hektare dan mencakup 8 kecamatan dan 74 desa di Sukabumi, Jawa Barat. Geopark ini diakui oleh UNESCO pada tahun 2018,
4. Geopark Rinjani-Lombok (Nusa Tenggara Barat)
Mencakup Gunung Rinjani, kaldera Segara Anak, savana, dan hutan tropis yang menjadi habitat flora dan fauna khas Nusa Tenggara. Geopark ini diakui UNESCO pada 2013 dan memiliki luas 41.000 hektare. Rinjani menjadi tempat penting untuk studi vulkanologi, tektonik, keanekaragaman flora-fauna dan mitigasi bencana geologi,