Sejarah Teaisme dan Pengaruh Matcha pada Gaya Hidup Modern
- https://www.lipton.com/us/en/world-of-tea/benefits-of-matcha-tea/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Kenapa ya matcha bisa digandrungi banyak orang? Karena wanginya yang khas? atau rasanya yang bisa masuk di semua hidangan? Semua itu mungkin benar. Matcha memang salah satu jenis teh yang menjadi tren saat ini.
Hampir semua hidangan bisa dipadukan dengannya, seperti kopi, dessert, bahkan makanan berat sekalipun. Tapi kamu tau nggak, sejarah panjang matcha bagaimana hingga ia tetap populer dengan gaya hidup zaman sekarang? Simak penjelasannya di bawah ya
Apa itu Teaisme
Kurang afdol rasanya sebagai pecinta teh nggak tau istilah Teaisme ini. Teaisme adalah filosofi atau pandangan hidup dari suatu rangkaian minum teh. Mereka memahami hal tersebut sebagai sebuah seni, ritual, dan perlintasan untuk mencapai pencerahan spiritual atau kedamaian batin. Upacara minum teh menjadi suatu kebiasaan yang begitu memengaruhi masyarakat Jepang. Karena teh pada masa ini memasuki ranah puisi, obat, hingga kebudayaan Jepang.
Di dalam buku “The Book of Tea” karangan Kakuzo Okakura, Teaisme dianggap sebagai aliran yang menanamkan kemurnian dan harmoni, romantisme yang kencang antar masyarakat, dan ekspresi yang bersamaan antara etika dan agama untuk melihat manusia dan alam. Konsep Teaisme ini mulai mengakar kuat di Jepang sejak abad ke-12, seiring dengan masuknya Buddhisme Zen dari Tiongkok. Para biksu Zen menemukan bahwa praktik minum teh bubuk membantu mereka dalam meditasi dan disiplin spiritual, sehingga teh tidak hanya menjadi minuman, tetapi juga jalan menuju pencerahan.
Teh sudah melekat dengan budaya Jepang. Upacara Minum Teh Jepang pun merupakan simbolisme masyarakat Jepang pada zaman ini. Bahkan cara meminum teh pun harus sesuai dengan prinsip dasar tradisional Jepang, yang dinamakan Chanoyu.
Ritual Chanoyu
Mungkin bagi sebagian kita menganggap matcha cuma teh hijau yang disruput lalu dapat kenikmatan. Tapi bagi masyarakat Jepang lebih dari sekadar itu. Chanoyu atau dikenal sebagai Upacara Minum Teh Jepang yang melibatkan teh hijau atau matcha ini dengan penyajian dan penerimaan teh hijau bubuk dalam suasana yang sakral dan penuh makna. Hal tersebut menjadi prinsip dasar tradisional Jepang tentang Wa (harmoni), Kei (rasa hormat), Sei (kemurnian) dan Jaku (ketenangan).