The Trauma Code : Heroes on Call, Drakor yang Bikin Kamu Rewatch Berkali-kali
- https://images.app.goo.gl/bW9ZgwQhubpAfGjA6
Drakor, VIVA Banyuwangi – Rewatch drakor dapat kamu lakukan ketika kamu menyukai sebuah drama dan ingin menontonnya terus menerus. Biasanya kamu akan rewatch drama yang bikin kamu gamon karena ceritanya yang menarik namun episode yang singkat, tentunya sangat menyebalkan.
Seperti drakor ‘The Trauma Code : Heroes on Call’ yang tayang perdana di Netflix pada 24 Januari lalu. Drama ini berasal dari novel web dengan judul ‘Traume Center : Golden Hour’ karya Hansanleega yang dapat kamu baca juga di Webtoon sejak 2019 lalu. Penasaran tentang apa sih yang bikin kamu harus nonton drama ini dan rewatch berkali-kali.
Sinopsis :
Baek Kang-hyuk yang merupakan ahli bedah trauma jenius yang biasa ditugaskan di tempat konflik di seluruh dunia. Dia merupakan pribadi yang percaya diri akan kemampuannya namun ia tidak sabaran saat menyelamatkan pasien. Baek Kang-hyuk sangat mempercayai kemampuannya dan seringkali melakukan operasi dengan cara yang baru diketahui oleh dokter lainnya.
Dia ditugaskan langsung oleh Menteri Kesehatan untuk bekerja di rumah sakit Universitas dan menjadi pemimpin tim trauma berat. Pada tim trauma berat ia bekerja sama dengan Perawat Cheon Jang-mi yang sudah menjadi perawat tim trauma selama 5 tahun. Baek Kang-hyuk tertarik pada Yang Jae-won yang merupakan dokter bedah proktologis karena kemampuan larinya.
Tapi ia harus berhadapan dengan Han Yu-rim yang merupakan kepala bedah proktologis. Namun dengan saran dari Perawat Cheon Jang-mi untuk mendekati Yang Jae-won dengan pendekatan humanis yang membuat Yang Jae-won tertarik dan mengikuti doker Baek di tim trauma berat.
Yang Jae-won menjadi murid pertama, Baek Kang-hyuk tertarik pada Park Gyeong-won yang merupakan spesialis anastesi yang selalu bisa diminta datang saat hendak melakukan operasi pada pasien trauma berat. Tim trauma berat bagaikan pisau bermata dua, dengan menyelamatkan banyak nyawa membuat rumah sakit mengeluarkan banyak dana. Banyak halangan yang dialami, namun mereka tetap membuktikan diri pada masyarakat dan rumah sakit bahwa yang dilakukan timnya tidak salah.