Apa Dampak dari Letusan Gunung Berapi Bagi Kesehatan?
- https://unsplash.com/photos/a-large-plume-of-smoke-billows-from-the-top-of-a-mountain-gUtZwfanESQ
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Gunung berapi yang aktif biasanya akan mengalami letusan. Letusan ini dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan makhluk hidup.
Indonesia adalah negara yang dijuluki sebagai cincin api yaitu negara yang dikelilingi oleh gunung berapi aktif.
Di Jawa Timur terdapat tujuh gunung berapi yang aktif yaitu Bromo, Semeru, Raung, Ijen, Kelud, Arjuno-Welirang dan Lamongan.
Gunung yang mengalami letusan bisa berdampak negatif bagi kesehatan. Letusan gunung mengeluarkan abu vulkanik dan gas yang berbahaya.
Abu vulkanik yang tebal bisa mengganggu penglihatan mata. Selain itu, abu vulkanik juga bisa menyebabkan sesak nafas dan merusak kulit karena suhunya yang panas.
Gunung meletus biasanya mengeluarkan material seperti batu, magma dan gas. Setelah meletus, gunung biasanya akan mengeluarkan lahar panas yang jika terkena manusia bisa menyebabkan kematian.
Akibat dari letusan itu menyebabkan cuaca berubah menjadi lebih panas. Akibat cuaca panas, tenggorokan akan kering dan gatal, kulit kering dan mata berair.
Orang yang memiliki asma dan penyakit paru-paru akan sangat terdampak akibat letusan gunung berapi. Debu yang masuk ke tubuh akan menyebabkan batuk dan kesulitan bernapas.
Untuk itu perlu bagi kita untuk memiliki kesiapan dan memperhatikan mitigasi bencana. Gunakan masker saat terjadi hujan abu vulkanik, selalu sediakan air putih agar tubuh tidak dehidrasi dan gunakan kacamata untuk menghindari iritasi mata.
Hindari untuk berkendara karena akan terjadi hujan abu. Hujan abu bisa menghalangi penglihatan mata sehingga berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain.
Saat terjadi gunung meletus, banyak barang atau puing-puing yang berserakan. Sehingga selalu gunakan pakaian yang dapat melindungi tubuh. Gunakan sepatu agar kaki terhindar dari benda tajam.