Apa yang Membedakan Antara Growth Mindset dan Fix Mindset?

Ilustrasi Perbedaan Growth Mindset dan Fix Mindset
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/foto-seorang-wanita-berpikir-941555/ https://student.binus.ac.id/2020/02/mindset-sebagai-penentu-kegagalan-dan-kesuksesan-binusian/

Sedangkan anak yang duduk di sebelah kanan adalah anak yang pasif di kelas. Dia merasa takut untuk bertanya dan menjawab pertanyaan yang guru berikan. Jika ada tugas sekolah, dia sangat malas untuk mengerjakan tugas tersebut. Selain itu, dia tidak suka jika dikritik, mudah menyerah, dan merasa terancam. Dari contoh tersebut, sudah bisa kita simpulkan bahwa anak yang duduk pada sebelah kiri memiliki pola pikir growth mindset, sedangkan kebalikannya yang di sebelah kanan adalah anak yang memiliki pola pikir fix mindset.

img_title Merakit Gunpla, Hobi Kreatif yang Melatih Ketelitian dan Kesabaran

Jadi, gimana caranya agar seseorang bisa mengubah pola pikirnya dari fix mindset menjadi growth mindset? Berikut ini dia beberapa tips yang bisa kamu coba:

1. Menerima Tantangan
Kamu sering cemas dalam menghadapi tantangan? Takut gagal? Tidak apa-apa. Tantangan adalah bagian dari proses kamu bertumbuh. Jika kamu menerima suatu kegagalan, jangan menganggap kegagalan adalah kesialan, melainkan anggaplah kegagalan tersebut sebagai pembelajaran baru bagi diri kamu. Dengan seperti ini, diri kamu akan lebih terbuka terhadap sesuatu yang baru dan kamu akan belajar dari tantangan tersebut.

img_title 4 Tips Jitu Memilih Jurusan Kuliah agar Tidak Salah Pilih

2. Arah Pandang Positif
Ketika kamu berada pada posisi yang tidak mengenakkan, kamu sering memandang hal tersebut dengan arah pandang yang negatif, biasanya sering mengeluarkan berbagai macam umpatan pada situasi yang tidak terjadi sesuai dengan ekspektasi kita. Alih-alih kembali mengumpat, cobalah memandang situasi tersebut dengan arah pandang yang positif, maka kamu tidak akan mudah merasa kecewa dan belajar untuk lebih baik ke depannya.

3. Belajar Menerima Kritikan
Belajarlah menerima kritikan dari orang lain. Jangan merasa cemas ataupun kesal jika kita dikritik oleh orang-orang. Kritikan sangat membantu kamu dalam memahami dirimu dan mengevaluasi segala tindakan yang pernah kamu lakukan. Kritikan sangat membantu kamu untuk berkembang agar lebih baik ke depannya. Tapi ingat, tidak semua kritikan harus kamu terima! Pilihlah kritikan yang membangun, bukan yang menjatuhkan.

img_title 7 Rekomendasi Hobi Indoor, Aktivitas Seru Untuk Tingkatkan Skill dan Kurangi Stres

4. Mengasah Kemampuan
Nah, pada bagian terakhir ini paling banyak disalahpahami oleh banyak orang. Banyak yang beranggapan bahwa kemampuan dan bakat merupakan keturunan. Nyatanya, kemampuan dan bakat bisa diasah oleh siapa saja. Jika kamu suka menggambar, bernyanyi, atau bahkan public speaking, maka asahlah bakatmu. Semua kemampuan dan bakat yang dimiliki orang-orang seperti yang kamu lihat di TV, mereka memulai semua itu dengan belajar dan mengasah. Jadi, jangan berpikir bahwa hal tersebut menghambat mimpi dan cita-citamu, ya!

Halaman Selanjutnya
img_title