Apa yang Membedakan Antara Growth Mindset dan Fix Mindset?
- https://www.pexels.com/id-id/foto/foto-seorang-wanita-berpikir-941555/ https://student.binus.ac.id/2020/02/mindset-sebagai-penentu-kegagalan-dan-kesuksesan-binusian/
Gaya Hidup, VIVA Banyuwangi – Halo sob! Aku mau tanya nih, apa yang kamu pikirkan ketika mendengar atau membaca tentang mindset? Jika kamu berpikir bahwa mindset adalah pola pikir, maka jawabanmu benar. Tapi tahukah kamu bahwa mindset itu terbagi atas dua? Nah, kali ini aku akan bahas mengenai perbedaan mindset.
Mindset adalah pola pikir, di mana pola pikir tersebut dapat mempengaruhi perilaku dan juga sikap seseorang. Nah, menurut Prof. Carol Dweck, seorang pakar psikolog dari Stanford University dalam bukunya berjudul Mindset yang dikutip dari Binus University, beliau mengatakan bahwa cara berpikir seseorang terbagi atas dua, yaitu growth mindset dan fix mindset.
1. Growth Mindset
Growth mindset artinya pola pikir tumbuh, di mana arah pandangan kualitas dasar seseorang itu bisa diasah dengan usaha yang giat. Seseorang yang mempunyai pola pikir growth mindset adalah mereka yang selalu terbuka pada tantangan dan juga kegagalan. Mereka menganggap tantangan dan kegagalan adalah bagian dari proses mereka tumbuh.
2. Fix Mindset
Fix mindset artinya pola pikir tetap, di mana arah pandang kualitas dasar seseorang adalah bentuk dari kepribadian mereka sendiri. Seseorang yang mempunyai pola pikir fix mindset adalah mereka yang tidak suka menerima tantangan, mudah menyerah, perfeksionis, dan anti kritik.
Gimana? Udah paham belum? Kalau udah, yuk kita lanjut pada contoh seseorang yang memiliki pola pikir growth mindset dan fix mindset.
Contoh sederhana, dalam kelas ada dua orang anak yang duduk berseberangan. Anak yang duduk di sebelah kiri adalah anak yang aktif di kelasnya. Ia selalu bertanya, menjawab, dan mengerjakan tugas dengan baik. Jika tugas yang dikerjakan salah, maka anak tersebut tidak gampang merasa kecewa. Dia akan terus berusaha lebih baik ke depannya dan belajar dari kesalahan.
Sedangkan anak yang duduk di sebelah kanan adalah anak yang pasif di kelas. Dia merasa takut untuk bertanya dan menjawab pertanyaan yang guru berikan. Jika ada tugas sekolah, dia sangat malas untuk mengerjakan tugas tersebut. Selain itu, dia tidak suka jika dikritik, mudah menyerah, dan merasa terancam. Dari contoh tersebut, sudah bisa kita simpulkan bahwa anak yang duduk pada sebelah kiri memiliki pola pikir growth mindset, sedangkan kebalikannya yang di sebelah kanan adalah anak yang memiliki pola pikir fix mindset.
Jadi, gimana caranya agar seseorang bisa mengubah pola pikirnya dari fix mindset menjadi growth mindset? Berikut ini dia beberapa tips yang bisa kamu coba:
1. Menerima Tantangan
Kamu sering cemas dalam menghadapi tantangan? Takut gagal? Tidak apa-apa. Tantangan adalah bagian dari proses kamu bertumbuh. Jika kamu menerima suatu kegagalan, jangan menganggap kegagalan adalah kesialan, melainkan anggaplah kegagalan tersebut sebagai pembelajaran baru bagi diri kamu. Dengan seperti ini, diri kamu akan lebih terbuka terhadap sesuatu yang baru dan kamu akan belajar dari tantangan tersebut.
2. Arah Pandang Positif
Ketika kamu berada pada posisi yang tidak mengenakkan, kamu sering memandang hal tersebut dengan arah pandang yang negatif, biasanya sering mengeluarkan berbagai macam umpatan pada situasi yang tidak terjadi sesuai dengan ekspektasi kita. Alih-alih kembali mengumpat, cobalah memandang situasi tersebut dengan arah pandang yang positif, maka kamu tidak akan mudah merasa kecewa dan belajar untuk lebih baik ke depannya.
3. Belajar Menerima Kritikan
Belajarlah menerima kritikan dari orang lain. Jangan merasa cemas ataupun kesal jika kita dikritik oleh orang-orang. Kritikan sangat membantu kamu dalam memahami dirimu dan mengevaluasi segala tindakan yang pernah kamu lakukan. Kritikan sangat membantu kamu untuk berkembang agar lebih baik ke depannya. Tapi ingat, tidak semua kritikan harus kamu terima! Pilihlah kritikan yang membangun, bukan yang menjatuhkan.
4. Mengasah Kemampuan
Nah, pada bagian terakhir ini paling banyak disalahpahami oleh banyak orang. Banyak yang beranggapan bahwa kemampuan dan bakat merupakan keturunan. Nyatanya, kemampuan dan bakat bisa diasah oleh siapa saja. Jika kamu suka menggambar, bernyanyi, atau bahkan public speaking, maka asahlah bakatmu. Semua kemampuan dan bakat yang dimiliki orang-orang seperti yang kamu lihat di TV, mereka memulai semua itu dengan belajar dan mengasah. Jadi, jangan berpikir bahwa hal tersebut menghambat mimpi dan cita-citamu, ya!
Nah, itu dia sob, perbedaan antara growth mindset dan fix mindset serta cara mengatasi fix mindset. Gimana? Sudah bisa dipahami kan, hehe. Jadi, mulai sekarang yuk bangun kebiasaan pola pikir bertumbuh, agar kamu juga bisa berkembang dan siap menghadapi segala tantangan di masa depan!